KAI Operasikan Rangkaian Kereta Stainless Steel New Generation di 30 Rute Lintas Jawa

- Jumat, 22 Mei 2026 | 17:01 WIB
KAI Operasikan Rangkaian Kereta Stainless Steel New Generation di 30 Rute Lintas Jawa

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menghadirkan inovasi layanan guna meningkatkan kenyamanan pengguna jasa transportasi rel. Salah satu terobosan terkini adalah pengoperasian rangkaian kereta Stainless Steel New Generation yang telah diterapkan di berbagai rute lintas Jawa.

Rangkaian kereta dengan desain modern ini tidak hanya hadir untuk kelas eksekutif, tetapi juga melayani kelas ekonomi dan kombinasi eksekutif-ekonomi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menyediakan pengalaman perjalanan yang lebih berkualitas bagi seluruh segmen penumpang.

Untuk kelas eksekutif, sejumlah kereta unggulan telah menggunakan rangkaian baru ini. Beberapa di antaranya adalah Argo Dwipangga dan Argo Lawu yang melayani rute Gambir–Solo Balapan pulang-pergi (PP), serta Anggrek yang menghubungkan Gambir dengan Surabaya Pasarturi (PP).

Selain itu, terdapat pula Argo Sindoro dengan rute Gambir–Semarang Tawang (PP), Argo Wilis yang melayani Bandung–Surabaya Gubeng (PP), serta Argo Semeru dan Bima yang sama-sama melayani Gambir–Surabaya Gubeng (PP). Kereta Taksaka dengan rute Gambir–Yogyakarta (PP), Argo Muria rute Gambir–Semarang Tawang (PP), dan Turangga yang melayani Surabaya Gubeng–Bandung (PP) juga termasuk dalam daftar tersebut.

Di sisi lain, kereta Parahyangan untuk beberapa nomor perjalanan tertentu, yakni KA 132B-133B, 139B-140B, dan 141B-142B dengan rute Bandung–Gambir (PP), serta Gajayana yang melayani Malang–Gambir (PP), turut menggunakan rangkaian generasi baru ini.

Sementara itu, untuk layanan campuran eksekutif dan ekonomi, terdapat 14 kereta yang telah mengadopsi rangkaian Stainless Steel New Generation. Kereta-kereta tersebut meliputi Lodaya (Bandung–Solo Balapan PP), Mataram (Pasarsenen–Solo Balapan PP), Bogowonto (Pasarsenen–Lempuyangan PP), Batavia (Gambir–Solo Balapan PP), Gumarang (Pasarsenen–Surabaya Pasarturi PP), Jayabaya (Pasarsenen–Malang PP), dan Gaya Baru Malam Selatan (Pasarsenen–Surabaya Gubeng PP).

Selain itu, ada pula Fajar Utama Solo (Pasarsenen–Solo Balapan), Senja Utama Solo (Solo Balapan–Pasarsenen), Tegal Bahari (Pasarsenen–Tegal PP), Ranggajati (Cirebon–Jember PP), Cirebon Fakultatif (Cirebon–Gambir PP), Bangunkarta (Jombang–Pasarsenen PP), serta Singasari (Blitar–Pasarsenen PP).

Untuk segmen ekonomi, tiga kereta yang telah menggunakan rangkaian baru adalah Jaka Tingkir (Pasarsenen–Solo Balapan PP), Progo (Pasarsenen–Lempuyangan PP), dan Majapahit (Pasarsenen–Malang PP).

Tak hanya dari segi tampilan eksterior yang diperbarui, kereta generasi baru ini juga menghadirkan sejumlah peningkatan fasilitas interior. Kabin dirancang lebih senyap guna menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan.

Setiap rangkaian memiliki kapasitas 50 penumpang dengan kursi ergonomis yang dilengkapi legroom luas. Kursi tersebut merupakan tipe revolving seat yang dapat diputar, serta memiliki fitur reclining seat yang mampu direbahkan hingga 135 derajat. Setiap kursi juga dilengkapi foot rest, meja lipat, stop kontak, dan port USB untuk mengisi daya perangkat elektronik.

Untuk menunjang kebutuhan ibadah, tersedia musala yang nyaman di dalam rangkaian kereta. Area toilet pun mengalami peningkatan dengan hadirnya foot washer dan baby care desk atau meja ganti popok bayi. Selain itu, terdapat Sistem Informasi Penumpang (PIDS) di dalam kabin untuk memberikan informasi perjalanan secara real-time.

Khusus bagi penumpang yang melakukan perjalanan malam hari dengan waktu tempuh minimal lima jam, perusahaan juga menyediakan selimut sebagai fasilitas tambahan. Seluruh pembaruan ini menjadi bukti komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang lebih modern dan ramah penumpang.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar