Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memberikan kuliah umum kepada para Praja Utama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan menekankan peran strategis desa sebagai pilar pembangunan nasional. Dalam kesempatan itu, ia mengupas secara mendalam dua konsep utama yang tengah digencarkan pemerintah, yaitu Koperasi Desa (Kopdes) dan Desa Tematik.
Yandri menyampaikan keyakinannya bahwa para Praja Utama IPDN kelak akan menjadi panutan dan mampu mendarmabaktikan jiwa serta raga saat mengemban tugas di tengah masyarakat. Dengan jumlah desa yang mencapai 75.266 di seluruh Indonesia, ia menilai kontribusi para lulusan IPDN sangat diperlukan untuk mengakselerasi pembangunan desa, termasuk melalui program penunjukan desa binaan.
“IPDN adalah sekutu sejati Kemendes PDT, untuk itu saya perlu berikan pandangan soal desa untuk Praja Utama yang akan segera lulus,” ujar Yandri dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat memberi kuliah umum pada pembekalan Praja Utama IPDN yang mengusung tema ‘Desa Sebagai Pilar Pembangunan Nasional: Strategi Kepemimpinan Pemerintahan di Era Transformasi’. Acara itu berlangsung di Balairung Rudini, Kampus Jatinangor, pada Kamis (21/5).
Dalam paparannya, Yandri menjelaskan bahwa desa kini telah menjadi subjek pembangunan sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Salah satu poin penting dalam dokumen tersebut adalah membangun dari desa dan dari bawah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
Ia menegaskan bahwa Kemendes PDT membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk IPDN, untuk mewujudkan desa sebagai pilar pembangunan. Saat ini, kementerian mendorong pembangunan desa melalui 12 Aksi Prioritas, yang mencakup revitalisasi BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), hilirisasi produk unggulan, desa tematik, desa ketahanan iklim, hingga desa ekspor.
“Saya harap Praja Utama IPDN bisa memahami 12 Aksi Prioritas Bangun Desa dan memahami persoalan di desa karena nantinya akan kembali ke wilayah,” kata mantan Wakil Ketua MPR RI ini.
Yandri juga memaparkan secara khusus tentang pentingnya Kopdes Merah Putih yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, koperasi desa merupakan alat yang tepat untuk mewujudkan pemerataan ekonomi sesuai dengan Asta Cita Presiden. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat desa untuk terlibat aktif dan menyukseskan program tersebut.
“Kopdes yang digagas oleh Bapak Presiden Prabowo seratus persen (keuntungan) buat rakyat di desa itu,” ujar pria kelahiran Bengkulu ini.
Ia merinci, jika Kopdes berjalan sukses, sebanyak 80 persen sisa hasil usaha akan kembali ke anggota koperasi, yaitu masyarakat desa. Sementara itu, 20 persen keuntungan lainnya akan masuk menjadi pendapatan asli desa.
Di sisi lain, Yandri berharap para Praja Utama IPDN nantinya dapat memiliki desa binaan untuk menggenjot program Desa Tematik dan Desa Ekspor. Hal ini, kata dia, telah tertuang dalam Nota Kesepahaman Kerjasama antara IPDN dan Kemendes.
“Salah satu poinnya, kami berharap agar setiap tahunnya ada Purna Praja IPDN yang ditempatkan di Kemendes,” kata mantan Ketua Komisi VIII DPR RI itu.
Yandri optimistis kolaborasi dengan IPDN akan mempercepat terwujudnya 12 Aksi Prioritas Bangun Desa Bangun Indonesia. Sementara itu, Rektor IPDN Halilul Khairi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Yandri yang dinilai telah memberikan pembekalan berarti bagi para Praja Utama.
“Pembekalan Beliau sangat penting dan mencerahkan karena Praja IPDN akan kembali ke Kabupaten dan Kecamatan yang bersentuhan langsung dengan desa,” kata Halilul.
Dalam kuliah umum tersebut, Yandri dianugerahkan Kartika Asta Brata Utama dan disematkan Pin Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan. Ia juga menyerahkan bantuan untuk IPDN yang diterima langsung oleh Rektor Halilul. Acara itu turut dihadiri para wakil rektor, dosen, dan staf IPDN. Yandri tampak didampingi oleh Sekjen Taufik Madjid, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Tabrani, Inspektur Jenderal Mashyudi, Kepala Badan Pengembangan Informasi Mulyadin Malik, Staf Khusus Fahad Attamimi, serta sejumlah pejabat tinggi pratama di lingkungan Kemendes PDT.
Artikel Terkait
DPR Nilai Pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia Cegah Kebocoran Penerimaan Negara dari Ekspor SDA
Polisi: Luka Model AJDV Bukan Akibat Begal, Melainkan Bisul Pecah
Ketua TP PKK Tri Tito Karnavian Dorong Deteksi Dini Kesehatan Mental dan TBC pada Pelajar di Alor
Pakistan Mediasi Perundingan Damai Iran-AS di Tengah Kebuntuan Soal Uranium dan Selat Hormuz