Nasib Garuda Muda di SEA Games 2025 Bergantung pada Hasil Laga Vietnam vs Malaysia

- Selasa, 09 Desember 2025 | 13:18 WIB
Nasib Garuda Muda di SEA Games 2025 Bergantung pada Hasil Laga Vietnam vs Malaysia

Harapan Timnas U-22 Indonesia untuk melaju ke semifinal SEA Games 2025 ternyata belum pupus. Meski harus menelan pil pahit kekalahan 0-1 dari Filipina di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Senin (8/12) lalu, masih ada jalan berliku yang bisa ditempuh. Tapi, jalannya memang tak mudah.

Dengan dua kemenangan, Filipina sudah memastikan tiket ke babak empat besar. Posisi Indonesia di Grup C kini cuma bisa menjadi runner-up. Nah, di sinilah perhitungan rumit dimulai. Mereka harus berebut satu slot runner-up terbaik dengan wakil dari grup lain.

Indra Sjafri dan anak asuhnya saat ini duduk di peringkat dua dengan poin nol dan selisih gol minus satu. Situasinya jelas: mereka wajib menang besar atas Myanmar pada laga terakhir, 12 Desember nanti. Tapi, menang saja tidak cukup. Ada faktor lain di luar kendali yang bakal menentukan nasib mereka.

Semuanya tergantung pada laga Vietnam melawan Malaysia di Grup B, yang digelar lebih dulu pada 11 Desember. Dua tim itu sama-sama mengoleksi tiga poin. Nah, jika pertandingan itu berakhir imbang, maka poin keduanya akan naik jadi empat. Hasil seri seperti itu, menurut perhitungan, akan secara otomatis menutup pintu semifinal bagi Garuda Muda. Jadi, mereka harus berdoa agar laga itu tidak berakhir draw.

Usai pertandingan melawan Filipina, Indra Sjafri tampak realistis namun tak kehilangan semangat. Dia mengakui beratnya laga pertama, tetapi fokusnya sudah tertuju pada pertandingan penentu.

"Ya, pertandingan pertama ya berat memang, karena mereka datang dengan kemenangan pertama mereka kemarin. Dan mereka, Filipina tadi bermain ya cukup baik. Dan hal baik yang mungkin harus kita lanjutkan adalah bagaimana para pemain kita ke depan, karena kita butuh kemenangan, tentu kami akan mempersiapkan pemain dengan game plan yang lebih menyerang besok," terang Indra.
"Saya mungkin lebih fokus bagaimana bisa memenangkan pertandingan lawan Myanmar. Karena memang kemenangan itu penting. Jadi kita, apakah hasil dari Vietnam dengan Malaysia itu nanti, ya kita enggak bisa mengatur itu pasti. Yang penting bagaimana kita mempersiapkan tim supaya bisa menang di pertandingan kedua kita lawan Myanmar nanti," tandasnya.

Lalu, Apa Saja Syarat Pastinya?

Perhitungannya memang teknis. Ambil contoh skenario di Grup B. Vietnam, sebagai runner-up sementara, punya 3 poin dan selisih gol 1. Malaysia di puncak dengan poin sama tapi selisih gol 3.

Kalau Vietnam kalah tipis 0-1 dari Malaysia, maka Indonesia setidaknya harus menang 2-0 atas Myanmar untuk bisa bersaing. Tapi skenario itu bisa berubah drastis.

Misalnya, jika Vietnam justru yang menang 1-0. Maka, tekanan untuk Timnas U-22 jadi jauh lebih besar. Mereka harus membantai Myanmar dengan skor telak, minimal 4-0, agar selisih gol mereka mencapai 3. Intinya, selisih gol akan jadi penentu hidup-mati.

Jadi, selain berjuang mati-matian di lapangan sendiri, para pemain muda Indonesia juga harus menjadi penonton yang was-was untuk laga di grup lain. Semuanya masih mungkin, meski peluangnya digantungkan pada angka-angka yang rumit.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar