Bareskrim Ungkap Peredaran Narkoba di Klub Eksklusif Kuningan, 5 Orang Ditangkap

- Rabu, 18 Maret 2026 | 15:40 WIB
Bareskrim Ungkap Peredaran Narkoba di Klub Eksklusif Kuningan, 5 Orang Ditangkap

Bareskrim Polri kembali mengungkap peredaran gelap narkoba di jantung ibukota. Kali ini, sorotan jatuh pada sebuah tempat hiburan malam yang cukup ternama di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Operasi ini berhasil menjaring lima tersangka dengan peran yang berbeda-beda dalam jaringan tersebut.

Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, menjelaskan awal mula kasus ini. "Bareskrim Polri mendapaf informasi adanya peredaran narkotika di salah satu tempat hiburan malam di wilayah Jakarta Selatan," ujarnya pada Rabu (18/3/2026).

Informasi itulah yang kemudian ditindaklanjuti oleh tim gabungan. Dipimpin Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury, penyelidikan pun dimulai. Jejaknya mengarah ke sebuah klub di Jalan Gatot Subroto, Kuningan Barat.

Untuk membuktikannya, petugas menyamar dan memesan narkoba. Mereka menghubungi seorang pelayan wanita bernama Rizky Fridayanti, yang akrab disapa Kiki, pada Senin (16/3) lalu.

"Awalnya Kiki berkata tidak tahu dan langsung menemui captain Memo alias Sean," kata Eko mengisahkan.

Dari Sean, pesanan itu dilaporkan ke supervisor, Rully Endrae. Rully-lah yang kemudian menghubungi sang penyedia, Farid Ridwan. Tak butuh waktu lama, Ridwan muncul di Room S.707 membawa barang haram itu. Pukul 01.30 WIB, dia sudah diamankan di tempat.

Dari penggeledahan, polisi menemukan 10 butir ekstasi warna pink dan dua pods berisi cairan yang diduga etomidate. Di bawah tekanan interogasi, Ridwan mulai bicara. Dia mengaku mendapat pasokan dari Erwin Septian atau Ewing. Bahkan, Ewing pula yang merekrutnya untuk mengedarkan narkoba di klub itu.

Menurut pengakuannya, sumber utama mereka adalah seorang yang disebut 'Koko'. Setiap kali dapat kiriman, Ridwan dan Ewing membagi dan menyimpannya di brankas masing-masing. Nantinya, barang itu dijual ke pengunjung, dan uang hasilnya kembali disimpan di brankas.

Pemeriksaan terhadap Rully Endrae mengungkap perannya lebih jauh. Ternyata, dialah yang memproses pesanan narkoba setelah mendapat lampu hijau dari seseorang bernama Yaser.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar