Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Persiapan Play-off Piala Dunia

- Rabu, 18 Maret 2026 | 12:00 WIB
Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Persiapan Play-off Piala Dunia
Frans Putros Dipanggil Timnas Irak

JAKARTA – Kabar bagus datang untuk Frans Putros. Bek andalan Persib Bandung itu akhirnya kembali dipanggil Timnas Irak. Panggilan resmi dari Federasi Sepakbola Irak (IFA) sudah sampai di meja klub, memintanya bergabung dengan pemusatan latihan di Meksiko. Ini jelas pengakuan atas konsistensinya yang gemilang sepanjang musim.

Dengan nilai pasar sekitar Rp6,08 miliar, Putros akan terbang ke Meksiko untuk menjalani training camp mulai 23 Maret hingga 2 April 2026. Bukan latihan biasa, ini persiapan krusial jelang play-off antarbenua Piala Dunia 2026. Kesempatan emas yang tentu saja dinanti-nanti bukan cuma oleh si pemain, tapi seluruh pendukung Irak.

Namun begitu, konsekuensinya langsung terasa buat Persib. Mereka harus kehilangan sang bek di laga pekan 26 melawan Semen Padang, 5 April nanti. Tapi ya, bagi Putros sendiri, ini momentum untuk membuktikan diri di panggung yang lebih besar. Apalagi ia sempat absen di putaran kelima kualifikasi sebelumnya.

Lalu, siapa yang akan dihadapi Irak? Tim asuhan Graham Arnold ini baru saja menyingkirkan Uni Emirat Arab. Tantangan berikutnya adalah pemenang antara Bolivia atau Suriname. Laga final Path 2 itu digelar 31 Maret 2026, dan jadi penentu terakhir jalan menuju Piala Dunia.

Buat Putros, ini panggilan pertama di tahun 2026. Sebelumnya, Oktober 2025, ia juga absen membela Irak di putaran keempat kualifikasi zona Asia. Kini ia datang dengan modal kepercayaan penuh dari Persib. Bayangkan, dari 20 pertandingan musim ini, ia sudah mengumpulkan 1.519 menit bermain! Tujuh belas di antaranya ia mulai sebagai starter. Cukup menjelaskan betapa pentingnya peran bek 23 tahun ini.

Statistiknya pun berbicara. Ia bukan sekadar penghalang serangan lawan. Putros juga punya kontribusi di lini depan: satu gol, satu assist. Rata-rata ia melepaskan 0,9 tembakan per laga, dengan 0,3 di antaranya mengarah ke gawang. Gaya bermainnya agresif, terlihat dari catatan 5,2 tekel per pertandingan. Ia juga turut andil dalam tiga clean sheet.

Tapi agresivitas itu punya risikonya sendiri. Tercatat tujuh kartu kuning dan satu kartu merah sudah ia kumpulkan. Itu gambaran intensitas yang ia bawa ke lapangan setiap kali bermain.

Kalau lihat heatmap-nya, makin jelas peran progresifnya. Warna merah pekat mendominasi sisi kanan lapangan, dari belakang sampai ke depan. Ia seperti motor penggerak yang menjaga keseimbangan tim antara bertahan dan menyerang.

Di sisi lain, pemanggilan ini tentu jadi kebanggaan buat Persib. Klub ini tak cuma melihat bakatnya di level lokal, tapi juga diakui secara internasional. Memang, kepergiannya bakal meninggalkan lubang di pertahanan. Tapi pengalaman di kancah seperti ini diyakini akan membuatnya pulang sebagai pemain yang lebih matang.

Pelatih Irak, Graham Arnold, percaya betul padanya. Putros masuk dalam daftar 26 pemain yang dibawa ke Meksiko. Kepercayaan itu menunjukkan peran vital yang diharapkan darinya dalam skema tim.

Sekarang, semua mata tertuju pada play-off 31 Maret nanti. Jika Frans Putros bisa membawa Irak melangkah, itu bukan cuma sejarah pribadi. Nama Persib Bandung pun ikut terdongkrak di panggung sepak bola dunia. Sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari dedikasi dan kerja keras tanpa henti di Lapangan Siliwangi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler