Malam itu, Kamis (12 Maret 2026), sekitar pukul sebelas, kejadian mengerikan menimpa Andrie Yunus. Wakil Koordinator KontraS itu disiram air keras. Kini, setelah beberapa hari berlalu, kabar baik akhirnya datang. Kondisinya mulai berangsur membaik.
Andrie telah menjalani operasi mata di RSCM, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Menurut Dimas Bagus Arya, Koordinator KontraS, kondisi rekan seperjuangannya itu sudah stabil berkat penanganan medis yang intensif.
Namun begitu, luka yang diderita Andrie terbilang serius. Dimas menjelaskan hal ini saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (18/3).
"Diagnosanya ada dua. Pertama, sekitar 20 luka bakar di sekujur badan bagian kanan, efek dari cairan asam itu, masuk grade 3. Yang kedua, trauma mata dengan skala 3 dari 4. Bisa dibilang ini hal yang parah," ucap Dimas.
Di sisi lain, ada secercah harapan untuk kondisi penglihatannya. Operasi stem cell yang dilakukan pada Sabtu (14/3) lalu berhasil menyelamatkan bola mata Andrie dari kerusakan yang lebih fatal.
"Secara fisik, matanya utuh. Tidak hancur. Tapi yang jadi kekhawatiran, fungsinya mungkin tidak bisa kembali seratus persen. Akan ada penurunan fungsi," jelasnya.
Dimas menegaskan satu hal penting.
"Tapi tidak buta. Iya, penurunannya tidak sampai mengakibatkan kebutaan total."
Sampai saat ini, komunikasi dengan Andrie masih sangat terbatas. Dia masih harus menjalani perawatan di ruang High Care Unit (HCU) RSCM. Bahkan keluarganya pun tak bisa leluasa menemuinya.
Proses pemulihan masih panjang. Tapi setidaknya, ancaman terburuk telah mulai berlalu.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi