Kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, aktivis KontraS itu, masih terus diselidiki. Polisi, sampai saat ini, sudah memeriksa setidaknya lima belas orang saksi. Mereka berusaha mengungkap siapa dalang di balik serangan keji itu dan apa motif sebenarnya.
Kombes Iman Imannudin, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, memberikan keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).
"Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang sudah kami periksa, kami sudah meminta keterangan dari 15 orang," ujarnya.
Dari analisis Satu Data Polri, muncul dua nama yang diduga kuat sebagai eksekutor langsung. Inisial mereka adalah BHC dan MAK.
"Untuk sementara, dari Satu Data Polri, kami bisa informasikan dua orang ini. Satu inisial BHC, satunya lagi MAK," kata Iman.
Peristiwa ini sendiri terjadi Kamis malam (12/3), di Jakarta Pusat. Andrie Yunus baru saja menghadiri acara podcast di kantor YLBHI dan sedang dalam perjalanan pulang. Saat itulah, aksi penyerangan berlangsung.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka