Pemerintah Siapkan Bantuan Rp 75,9 Triliun untuk Mahasiswa dan Dosen Korban Bencana Sumatera

- Senin, 08 Desember 2025 | 12:12 WIB
Pemerintah Siapkan Bantuan Rp 75,9 Triliun untuk Mahasiswa dan Dosen Korban Bencana Sumatera

Bencana yang melanda Sumatera tak hanya menyisakan duka di masyarakat umum. Ribuan mahasiswa pun ikut terdampak, terpaksa menghadapi situasi sulit di tengah perjalanan akademis mereka. Menanggapi hal ini, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi akhirnya bergerak cepat dengan menyiapkan sejumlah bantuan, termasuk beasiswa khusus bagi para korban.

Wakil Menterinya, Fauzan, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan berupa uang tunai. “Uang ini bisa langsung digunakan untuk menopang biaya hidup mereka yang terdampak,” ujarnya. Langkah ini diambil untuk memberikan solusi yang sifatnya segera dan fleksibel.

Dalam rapat bersama Komisi X DPR di Senayan, Jakarta, Senin lalu, Fauzan membeberkan angka yang tidak kecil. Pemerintah mengalokasikan dana bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen yang terdampak bencana alam, dengan total anggaran mencapai Rp 75,9 triliun lebih.

Menurut Fauzan Adziman, Direktur Riset dan Pengembangan di kementerian yang sama, bantuan ini tidak hanya menyasar mahasiswa. Para dosen yang juga menjadi korban bencana turut menjadi perhatian.

“Bantuannya biaya hidup sebesar Rp 1.250.000 per bulan atau Rp 3.750.000 untuk 3 bulan. Total anggaran yang disediakan adalah RP 59,375 miliar untuk 15.833 mahasiswa,” jelas Fauzan Adziman.

Untuk saat ini, data mahasiswa yang telah terverifikasi memang baru berkisar 15 ribu orang. Namun begitu, angka ini disebut masih akan terus bertambah seiring proses verifikasi yang masih berjalan. Di sisi lain, untuk kalangan dosen, sudah ada 554 orang yang terdata dan akan menerima bantuan.

Mereka akan mendapat Rp 4,5 juta per bulan, atau total Rp 9 juta untuk dua bulan ke depan.

“Total anggaran untuk bantuan dosen Rp 4.986.000.000,” tambahnya.

Selain bantuan darurat, sejumlah program jangka panjang sudah disiapkan sebagai bagian dari fase pemulihan. Rencananya, program ini akan mulai dijalankan pada Januari 2026 mendatang. Setidaknya ada tujuh poin langkah konkret yang akan diambil.

Pertama, pengadaan dapur umum di berbagai kampus di wilayah terdampak seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kedua, pengaturan jadwal Ujian Akhir Semester yang lebih fleksibel bagi mahasiswa dari keluarga korban.

Ketiga, pemberian keringanan berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal untuk satu hingga dua semester. Keempat, penggalangan dan pengiriman bantuan logistik mendesak seperti makanan, pakaian, hingga tenaga kesehatan melalui kampus-kampus di area bencana.

Langkah kelima adalah pembentukan tim psikososial yang akan bekerja sama dengan psikolog, BEM, dan relawan terlatih. Keenam, pemberian bantuan fasilitas untuk memulihkan proses belajar-mengajar agar kembali normal.

Terakhir, pemulihan infrastruktur pembelajaran dan sosial melalui program pengabdian masyarakat yang berdampak langsung. Semua ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban dan mempercepat pemulihan dunia pendidikan di daerah yang luluh lantak.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar