TVRINews – Jakarta
Sektor UMKM dan Pariwisata Jadi Pemenang
Lebaran itu lebih dari sekadar tradisi pulang kampung. Bagi Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, gelombang mudik tahunan ini punya daya dorong ekonomi yang luar biasa. Ia melihatnya sebagai instrumen strategis yang mendesentralisasi memecah belah, kalau boleh dikatakan kue ekonomi nasional ke berbagai pelosok daerah.
Politisi Partai Golkar dengan latar belakang teknokrat itu menilai, pengelolaan arus mudik yang berjalan lancar tahun ini menjadi katalisator utama. Uang berputar deras, jauh dari pusat-pusat kota besar.
Perputaran Uang Tembus Ratusan Triliun
Angkanya fantastis. Lamhot memproyeksikan perputaran uang selama periode Lebaran bisa menyentuh ratusan triliun rupiah. Tak main-main. Lonjakan ini, menurutnya, didorong oleh pulihnya daya beli masyarakat dan mobilitas yang tinggi pascapandemi.
“Momentum ini adalah pengungkit ekonomi nasional yang nyata,” tegas Lamhot dalam keterangan resminya, Selasa 17 Maret 2026.
“Terjadi pergeseran konsumsi besar-besaran dari pusat ke daerah. Ini menciptakan multiplier effect bagi masyarakat lokal,” lanjutnya.
UMKM Lokal Panen Berkah
Nah, siapa yang paling diuntungkan? Sebagai pimpinan komisi yang membidangi industri dan UMKM, Lamhot menunjuk sektor usaha mikro. Budaya membawa buah tangan dan kuliner khas daerah jadi bahan bakar utama bagi pedagang kecil.
Ia menyoroti beberapa hal. Pertama, sentimen belanja pemudik di kampung halaman cenderung lebih impulsif. Kedua, peningkatan kualitas produk UMKM mutlak diperlukan agar bisa bersaing. Dan yang tak kalah penting, dukungan pemerintah lewat distribusi logistik dan akses pembiayaan harus tetap terjaga di masa puncak.
“UMKM harus menangkap peluang ini. Pemerintah perlu memastikan rantai distribusi dan dukungan pembiayaan tetap optimal,” tambahnya.
Pariwisata Daerah Ikut Meroket
Di sisi lain, sektor pariwisata domestik juga diprediksi alami masa keemasan singkat. Fenomena “wisata keluarga” yang menyertai mudik membuat destinasi lokal dan hotel-hotel di daerah bakal penuh sesak.
Tapi, lonjakan ini bukan tanpa catatan. Standar keamanan dan kebersihan harus dijaga meski pengunjung membludak. Sinergi pusat dan daerah juga krusial koordinasi lintas sektor diperlukan untuk mengantisipasi kepadatan di titik-titik wisata unggulan.
Menuju Pemerataan
Menutup pernyataannya, Lamhot menekankan satu hal: kelancaran rekayasa lalu lintas dan layanan transportasi adalah kunci distribusi ekonomi. Semakin lancar mobilitas, semakin deras aliran modal ke daerah.
Ia optimistis. Jika dikelola dengan pelayanan prima, momentum Lebaran bisa menjadi titik penguatan sektor riil yang berkelanjutan. Sebuah pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah di seluruh Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi