Hebar benar kabar dari Halmahera Utara. Warga di sana terpaksa menggotong jenazah, berjuang menyeberangi sungai yang arusnya tak main-main. Penyebabnya? Jembatan yang mereka andalkan ambruk diterjang banjir, sehingga tak ada pilihan lain.
Kepala BPBD setempat, Hentje Hetharia, membenarkan kejadian itu. "Iya, di Loloda Kepulauan itu," ujarnya saat dikonfirmasi.
Peristiwanya sendiri terjadi di Desa Salube. Video yang merekam momen penyeberangan yang berbahaya itu sudah beredar luas sejak Senin lalu. Meski begitu, Hentje mengaku belum mendapat laporan detail soal kronologi lengkapnya.
Di sisi lain, penjelasan lain datang dari Kabag Humas Pemprov Malut, Ailan Goraahe. Menurutnya, sebenarnya ada jembatan yang menghubungkan desa ke area pemakaman. Sayangnya, jembatan itu sudah lama hanyut.
"Bukan jembatan darurat yang bagus," jelas Ailan. "Mereka bikinnya dari batang kelapa. Ya, akhirnya kena banjir juga dan hanyut."
Ceritanya jadi lebih kompleks. Rupanya, Pemerintah Desa Salube sempat punya rencana untuk membangun jembatan yang lebih permanen di lokasi itu. Namun, rencana itu urung dilakukan.
Anggaran dana desa yang semula dianggarkan untuk jembatan, dialihkan. Digunakan untuk membangun koperasi merah putih. Pilihan yang, pada akhirnya, membuat warga harus menghadapi risiko seperti ini ketika ada yang meninggal.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Makan Siang Bersama Siswa Sekolah Rakyat di Bali, Tunjukkan Kedekatan dengan Rakyat
Satgas Damai Cartenz Tangkap Pemasok Senjata untuk KKB di Pasar Sarmi
Semen Padang FC Minta Restu Tokoh Sumbar, Target Juara Liga 2 dan Promosi ke Liga 1
BNN dan Bea Cukai Tangkap Dua WNA Rusia di Bali, Sita 7,8 Kg Hasis dari Thailand