Anggota DPR: Arus Mudik Lebaran Pacu Perputaran Uang Ratusan Triliun ke Daerah

- Rabu, 18 Maret 2026 | 15:15 WIB
Anggota DPR: Arus Mudik Lebaran Pacu Perputaran Uang Ratusan Triliun ke Daerah

Jakarta – Bagi banyak orang, Lebaran adalah momen pulang. Tapi coba lihat lebih dalam. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, punya pandangan lain. Ia melihat gelombang mudik tahunan ini sebagai sebuah mesin ekonomi raksasa yang dengan gesit memindahkan aliran uang dari kota besar ke pelosok negeri.

Politisi Golkar yang dikenal teknokrat itu bilang, pengelolaan arus mudik tahun ini berjalan cukup sukses. Dan itu jadi katalis utama. Uang berputar deras di luar Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

Angkanya? Fantastis. Lamhot memproyeksikan perputaran uang selama periode Lebaran bisa menyentuh ratusan triliun rupiah. Tak main-main. Lonjakan ini, menurutnya, didorong oleh daya beli masyarakat yang sudah pulih dan mobilitas tinggi pascapandemi.

“Momentum ini adalah pengungkit ekonomi nasional yang nyata,” tegas Lamhot dalam keterangan resminya, Selasa (17/3/2026).

“Terjadi pergeseran konsumsi besar-besaran dari pusat ke daerah, menciptakan multiplier effect bagi masyarakat lokal,” sambungnya.

Lalu, siapa pemenangnya? Di sisi lain, sektor UMKM lokal tampaknya sedang ‘panen raya’. Sebagai pimpinan komisi yang membidangi industri dan UMKM, Lamhot menyoroti hal ini. Budaya membawa buah tangan dan kuliner khas daerah menjadi bahan bakar utama bagi pedagang kecil.

Ia mendorong para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk. Tapi pemerintah juga tak boleh lengah. Dukungan seperti distribusi logistik dan akses pembiayaan harus tetap terjaga di masa puncak. Soalnya, ada sentimen positif yang unik: pemudik cenderung lebih impulsif belanja saat di kampung halaman.

“UMKM harus menangkap peluang ini. Pemerintah perlu memastikan rantai distribusi dan dukungan pembiayaan tetap optimal di masa puncak,” tambah Lamhot.

Tak ketinggalan, pariwisata daerah. Selain ritel, sektor ini diprediksi alami lonjakan okupansi yang signifikan. Fenomena “wisata keluarga” yang menyertai mudik membuat destinasi lokal dan penginapan di daerah penuh sesak. Syaratnya, aksesibilitas ke objek wisata harus tetap lancar.

Namun begitu, lonjakan pengunjung ini tidak boleh mengorbankan standar keamanan dan kebersihan. Perlu sinergi kuat antara pusat dan daerah. Koordinasi lintas sektor mutlak diperlukan untuk mengantisipasi kepadatan di titik-titik wisata unggulan.

Menutup pernyataannya, Lamhot menekankan satu hal krusial: kelancaran transportasi. Rekayasa lalu lintas dan layanan yang disediakan pemerintah adalah kunci distribusi ekonomi. Semakin lancar mobilitas, semakin deras aliran modal ke daerah-daerah.

Ia optimis. Jika dikelola dengan baik, Lebaran bisa menjadi titik awal penguatan sektor riil yang berkelanjutan. Sebuah langkah nyata menuju pemerataan ekonomi nasional.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler