Suami Syok: Istri TKW Ternyata Buron Gembong Narkoba Rp 5 Triliun

- Kamis, 04 Desember 2025 | 07:30 WIB
Suami Syok: Istri TKW Ternyata Buron Gembong Narkoba Rp 5 Triliun

Kabar itu datang seperti petir di siang bolong. Sarno, suami Dewi Astutik, sama sekali tak menyangka. Perempuan yang ia kenal sebagai istrinya ternyata menyimpan jejak hitam panjang sebagai buron kelas kakap jaringan narkoba internasional. Ia syok, dan akhirnya pasrah.

“Di media ada fotonya, saya syok dan kaget. Tapi saya pasrah. Di rumah saja susah didiknya. Tapi ya gimana,” ujar Sarno.

Soal sepak terjang istrinya sebagai gembong? Ia mengaku tak tahu apa-apa. “Soal gembong narkoba? Saya tidak tahu, soal sepak terjangnya nggak tahu saya,” imbuhnya. Keluarganya pun kaget. Selama ini, mereka hanya tahu Dewi bekerja sebagai TKW dan mengira semuanya berjalan baik-baik saja.

Padahal, di balik itu, perempuan asal Ponorogo itu telah lama masuk dalam daftar pencarian Interpol. Namanya disebut-sebut sebagai aktor penting di balik penyelundupan 2 ton sabu dengan nilai fantastis, mencapai Rp 5 triliun. Pelariannya yang lintas negara akhirnya berakhir di Kamboja, berkat operasi gabungan BNN, Interpol, dan BAIS.

Menurut sejumlah saksi dan penyelidik, penangkapan ini menutup satu babak panjang kejahatan terorganisir. Dewi Astutik bukan sekadar kurir. Ia disebut mendominasi operasi di kawasan Golden Triangle yang legendaris itu.

“Paryatin sementara merupakan jaringan Cambodia-Nigeria-Brazilia,” jelas Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, dalam keterangannya.

Tak cuma itu, perannya ternyata lebih dalam. Suyudi menerangkan, Dewi juga aktif merekrut anggota baru sejak 2023. Jaringannya luas, menjangkau banyak negara.

“Berdasar hasil pendalaman dan analisa, narkoba yang diedarkan jaringan Paryatin di negara-negara antara lain Indonesia, Laos, Hong Kong, Korea, Brazil, Ethiopia,” ucap Suyudi.

Kini, semua terbongkar. Dari seorang TKW yang dianggap biasa, menjadi buron yang mengendalikan bisnis haram bernilai triliunan. Kisahnya jadi bukti, dunia gelap narkoba memang seringkali punya wajah yang tak terduga.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar