Muhammad Nazaruddin Terpilih Aklamasi Pimpin Federasi Pickleball Indonesia

- Kamis, 02 April 2026 | 10:50 WIB
Muhammad Nazaruddin Terpilih Aklamasi Pimpin Federasi Pickleball Indonesia

Di ruang pertemuan ARTOTEL Gelora Senayan, Selasa (31/3/2026) lalu, suasana tampak hangat. Musyawarah Nasional Indonesia Pickleball Federation (IPF) akhirnya memutuskan satu nama: Muhammad Nazaruddin. Ia terpilih secara aklamasi untuk memegang tampuk Ketua Umum periode 2026-2031, menggantikan Komarudin yang kini fokus pada tugasnya sebagai Rektor UNJ.

Acara yang dihadiri 29 delegasi pengurus provinsi se-Indonesia itu berjalan lancar. Tak cuma internal IPF, forum tersebut juga diramaikan oleh sejumlah tokoh olahraga nasional. Sebut saja Eko Budi Supriyanto dari KONI yang hadir mewakili Marciano Norman. Kehadiran Ikhsan Tualeka dari National Olympic Academy of Indonesia dan undangan lainnya pun turut memberi warna.

Usai penetapan, Nazaruddin langsung menyampaikan pidato pertamanya. Raut wajahnya serius tapi penuh semangat.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Amanah ini tentu bukan tugas ringan,” ujarnya.
“Tapi saya yakin, dengan kebersamaan seluruh pengurus provinsi dan komunitas pickleball di Indonesia, kita bisa bangun organisasi yang lebih solid. Pembinaan atlet harus kita perluas hingga ke pelosok daerah.”

Di sisi lain, apa sih yang jadi target utama pria itu? Nazaruddin bilang, fokusnya adalah memperkuat tata kelola internal, mendongkrak jumlah atlet dan klub, dan tentu saja, mengejar prestasi di kancah global.

“Kita ingin pickleball nggak cuma jadi olahraga rekreasi,” tambahnya. “Tapi juga cabang olahraga prestasi yang bisa bawa harum nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.”

Dukungan juga datang dari KONI. Melalui perwakilannya, Eko Budi Supriyanto, mereka mengapresiasi jalannya Munas yang demokratis dan kondusif itu. Harapannya jelas: kepemimpinan baru ini bisa jadi motor penggerak perkembangan pickleball di Tanah Air.

“KONI menyambut baik terpilihnya Bapak Muhammad Nazaruddin,” kata Eko.
“Kami berharap kepemimpinan baru ini mampu memperkuat organisasi, memperluas pembinaan atlet, serta meningkatkan prestasi pickleball Indonesia.”

Menurutnya, pickleball yang masih relatif baru ini punya potensi luar biasa. Asalkan, manajemen organisasinya kuat dan program pembinaannya berjalan terstruktur. Munas 2026 ini, pada akhirnya, lebih dari sekadar pergantian pengurus. Ini adalah momentum konsolidasi untuk menyatukan visi: menjadikan pickleball olahraga yang inklusif, kompetitif, dan tentu saja, berprestasi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar