Pengamat: Pemadaman Listrik Sumatra Bukan Hanya Terjadi di Indonesia, Perlu Penguatan Sistem

- Rabu, 27 Mei 2026 | 16:15 WIB
Pengamat: Pemadaman Listrik Sumatra Bukan Hanya Terjadi di Indonesia, Perlu Penguatan Sistem

Fenomena pemadaman listrik skala besar yang terjadi di Sumatra baru-baru ini tidak bisa serta-merta dinilai sebagai kegagalan sistem yang bersifat lokal. Pengamat energi sekaligus Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI), Sofyano Zakaria, menilai gangguan kelistrikan berskala besar merupakan peristiwa yang juga pernah dialami oleh negara-negara maju, sehingga perlu dilihat secara proporsional.

"Sistem kelistrikan negara maju juga pernah mengalami blackout. Jadi gangguan berskala besar seperti ini bukan hanya terjadi di Indonesia," ujar Sofyano dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu, 27 Mei 2026.

Ia mencontohkan, Australia Selatan pada 2016 pernah mengalami pemadaman besar yang dipicu cuaca ekstrem, sehingga menyebabkan gangguan beruntun pada jaringan transmisi. Inggris pun pada 2019 menghadapi gangguan sistem kelistrikan yang memicu pemadaman luas dan mengganggu transportasi publik. Bahkan, Spanyol dan Portugal belum lama ini juga mengalami gangguan kelistrikan berskala besar yang memerlukan proses penormalan sistem secara bertahap.

Menurut Sofyano, dalam sistem interkoneksi besar seperti yang ada di Sumatra, gangguan pada jaringan transmisi akibat cuaca ekstrem memang dapat berdampak luas terhadap kestabilan pasokan listrik. Oleh karena itu, proses pengamanan dan penormalan sistem harus dilakukan secara hati-hati dan terkoordinasi.

"Yang terpenting adalah bagaimana proses penanganan dan penormalan sistem dilakukan secara terkoordinasi agar sistem kembali stabil," kata dia.

Sementara itu, Sofyano menekankan bahwa dalam sistem interkoneksi besar, proses pengembalian sistem tidak dapat dilakukan secara instan. Operator harus memastikan frekuensi, tegangan, dan pasokan listrik berada pada kondisi aman sebelum seluruh jaringan dinormalkan sepenuhnya.

Karena itu, menurut Sofyano, fokus utama pemerintah dan pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan saat ini sebaiknya diarahkan pada percepatan penguatan sistem kelistrikan nasional. Langkah ini dinilai penting agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Ke depan, pengembangan backbone kelistrikan Sumatra menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sistem listrik nasional. Hal ini terutama dapat dilakukan melalui penguatan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, hingga pengembangan jaringan 150 kV yang telah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

"Penguatan iSumatra akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem kelistrikan yang lebih terintegrasi dari Aceh hingga Lampung. Selain itu, pengembangan pembangkit fast response, modernisasi sistem proteksi, serta pemeliharaan berbasis digital dan prediktif juga menjadi langkah penting untuk memperkuat stabilitas sistem," tegas dia.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar