Tragedi Armero: Letusan Nevado del Ruiz Tewaskan 25.000 Jiwa

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:15 WIB
Tragedi Armero: Letusan Nevado del Ruiz Tewaskan 25.000 Jiwa

Letusan Gunung Nevado del Ruiz di Kolombia pada 13 November 1985 memicu bencana lahar yang menewaskan lebih dari 25.000 orang, menjadikannya salah satu tragedi vulkanik paling mematikan di abad ke-20. Kota Armero, yang terletak di kaki gunung, hancur dalam hitungan menit setelah lahar mengalir deras menerjang pemukiman.

Menurut data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), Nevado del Ruiz adalah stratovulkan setinggi 5.389 meter dengan puncak yang tertutup gletser. Aktivitas gunung mulai terdeteksi setahun sebelum letusan, ditandai dengan rentetan gempa bumi dan semburan uap serta gas di kawah puncak.

Pada 11 September 1985, terjadi letusan eksplosif kecil. Setelah itu, para pejabat bertemu dengan ilmuwan untuk membahas potensi bahaya dan rencana evakuasi. Namun, sebagian besar kawasan Armero masih terabaikan.

Malam nahas itu, sebagian besar penduduk Armero sudah tidur. Wali kota dan pendeta setempat meyakinkan warga bahwa mereka aman. Letusan gunung tersamarkan oleh hujan badai yang sedang berlangsung, sehingga warga tidak menyadari ancaman yang mendekat.

Lahar mengalir ke utara dan timur melalui lembah-lembah sungai, mencapai Armero sekitar dua jam setelah letusan. Sekitar 23.000 orang tewas seketika, terkubur dalam campuran lumpur dan puing bangunan. Total korban jiwa mencapai lebih dari 25.000 orang.

Pelajaran yang Terabaikan

Tragedi ini menjadi pelajaran tentang pentingnya komunikasi dalam mitigasi bencana. Saat itu, pemerintah Kolombia tengah teralihkan oleh perang gerilya di Bogota, sehingga situasi politik dianggap lebih mendesak ketimbang aktivitas gunung. Para ilmuwan Kolombia juga kekurangan peralatan, keahlian, dan dukungan pemerintah untuk memantau gunung secara efektif, sehingga informasi peringatan tidak tersampaikan dengan baik.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags