MBG di SLB Surabaya Jadi Sarana Belajar Kemandirian dan Nutrisi bagi Siswa

- Jumat, 08 Mei 2026 | 00:45 WIB
MBG di SLB Surabaya Jadi Sarana Belajar Kemandirian dan Nutrisi bagi Siswa

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi siswa, tetapi juga menjadi alat pembelajaran kemandirian yang efektif di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bina Mandiri, Jemursari, Surabaya. Sebanyak 22 siswa dan sembilan tenaga pendidik di sekolah tersebut secara rutin menerima paket makanan lengkap yang terdiri dari nasi, lauk-pauk, sayur, buah, dan susu. Kehadiran program ini disambut hangat oleh pihak sekolah, terutama karena jam belajar siswa yang berlangsung hingga sore hari.

Guru SLB Bina Mandiri, Dwi Aristiawati, mengungkapkan bahwa variasi menu yang disediakan sangat membantu pertumbuhan fisik anak didiknya. “Terbantu sekali karena di MBG itu ada buahnya, ada sayurnya, ada ikannya juga, jadi sangat-sangat terbantu sekali,” ujarnya pada Kamis, 7 Mei 2026.

Di sisi lain, sisi emosional program ini terlihat dari salah seorang siswi bernama Afrila Putri. Selain menyukai menu ayam goreng, Afrila kerap membawa pulang makanan tersebut agar keluarganya di rumah bisa ikut menikmati. “Pernah bawa pulang makanannya, dikasih ke ibuku, adikku, sama bapakku biar juga ngerasain,” tutur Afrila.

Lebih dari sekadar urusan perut, waktu makan siang bersama di SLB Bina Mandiri dimanfaatkan sebagai momen edukasi. Para siswa dilatih untuk makan secara mandiri menggunakan sendok dan garpu, serta bertanggung jawab merapikan peralatan makan mereka sendiri setelah selesai. Wakil Kepala Sekolah SLB Bina Mandiri, Yohana, mengapresiasi perubahan positif ini. Menurutnya, program MBG juga meringankan beban orang tua karena tidak perlu lagi menyiapkan bekal setiap hari.

Namun, Yohana menekankan pentingnya variasi menu yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus anak-anak. “Harapannya MBG itu terus, dengan peningkatan mutu, kualitas, dan variasi menu. Mudah-mudahan ahli gizinya bisa memvariasi makanan yang benar-benar pas untuk anak-anak,” harapnya.

Melalui program ini, setiap suapan makanan diharapkan menjadi langkah nyata bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk tumbuh lebih mandiri dan sehat.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar