Saksi Ungkap Pengasuh Ponpes di Pati Diduga Lecehkan Santriwati hingga Hamil dan Aborsi

- Jumat, 08 Mei 2026 | 01:15 WIB
Saksi Ungkap Pengasuh Ponpes di Pati Diduga Lecehkan Santriwati hingga Hamil dan Aborsi

Seorang saksi berinisial K mengungkapkan perilaku bejat pengasuh pondok pesantren di Pati, Jawa Tengah, berinisial AS, yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap santriwati. K, yang bekerja sebagai pegawai di lingkungan pondok pesantren tersebut selama satu dekade, dari 2008 hingga 2018, mengaku kerap menyaksikan aktivitas mencurigakan di kamar AS.

“Selama di pondok itu sering gitu menginapnya sama anak-anak gonta-ganti,” ujar K saat mendampingi pengacara Hotman Paris Hutapea dalam konferensi pers di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (7/5/2026).

Menurut pengakuannya, K sering melihat santriwati bergantian menginap di kamar AS hingga pagi hari. Ia bahkan mengingat bahwa pada tahun 2008, AS pernah menjadi sasaran demonstrasi warga. Aksi protes itu, kata K, terkait dugaan pelecehan seksual terhadap perempuan yang berujung pada kehamilan dan aborsi.

“Jadi di depan itu pernah didemo masyarakat situ, katanya ada yang hamil sampai digugurkan,” tuturnya.

Namun, gelombang protes tersebut tidak menghentikan aksi AS. Alih-alih berhenti, ia justru pindah ke rumah kontrakan dan bertahan di sana selama sekitar empat tahun. Selama masa itu, K mengaku kerap melihat perempuan datang silih berganti ke tempat tersebut.

“Di situ tiap malam sama cewek gonta-ganti,” katanya.

Saat Hotman Paris menanyakan usia para perempuan yang dimaksud, K menjawab bahwa mayoritas masih duduk di bangku SMA. Tidak hanya itu, K juga menyaksikan interaksi fisik yang melecehkan di lingkungan pondok. “Nah terus setiap salaman itu dicium pipi kanan kiri,” ungkapnya.

Ironisnya, selama bertahun-tahun bekerja di pondok tersebut, K sempat menganggap AS sebagai ulama yang suci dan dekat dengan Tuhan. “Jadi selama saya dekat sama dia, itu di hati ini mengeluarkan Allah, Allah, Allah, seolah-olah itu dekat dengan Allah,” ungkapnya.

Namun, setelah mengetahui fakta di balik tabir kesalehan AS, K mengaku heran masih banyak orang yang tetap dekat dengan pria tersebut. “Kenapa bisa gitu? Setiap orang yang dekat dengan si iblis ini, itu merasa seolah-olah dia itu dekat dengan Allah,” ucap K.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar