Firdha Razak Bantah Tudingan Rafi Ikhsan Jual Barang Peninggalan Vina

- Jumat, 06 Maret 2026 | 21:00 WIB
Firdha Razak Bantah Tudingan Rafi Ikhsan Jual Barang Peninggalan Vina

Isu yang menyebut Rafi Ikhsan menjual barang-barang peninggalan Vina Luciana sempat ramai diperbincangkan. Tudingan itu muncul di sebuah podcast. Nah, menanggapi hal tersebut, Firdha Razak akhirnya buka suara.

Dia dengan tegas membantah cerita yang beredar. Menurutnya, narasi yang disebarkan lewat podcast itu cuma kebohongan belaka.

"Ya sesuai obsesinya dia, pengin tampil, pengin ngetop ya kan, tapi dengan jalur yang salah ya akhirnya tercapai. Mudah-mudahan obsesinya dia untuk menjadi artis juga bisa ya,"

Demikian penegasan Firdha Razak saat ditemui awak media di Polda Metro Jaya, Kamis (5/3/2026) lalu. Dia menyayangkan cara orang mencari popularitas dengan menyebarkan cerita yang tak sesuai fakta.

Namun begitu, Firdha menilai upaya itu justru dilakukan lewat jalan yang keliru. Dia bahkan bersedia bertanggung jawab penuh atas pernyataannya bahwa sang narasumber podcast telah berbohong.

"Cuma sayangnya kebohongan dia bisa ketakar gitu lho. Apa yang dia ceritakan itu kan yang di podcast itu kan bohong ya," sambungnya.

"Saya bisa pastikan dan saya bisa bertanggung jawab atas apa yang saya ucapkan bahwa dia berbohong," ujar Firdha.

Salah satu poin yang dia bantah keras adalah klaim bahwa Rafi menjual barang-barang milik mendiang Vina. Firdha menyatakan punya bukti bahwa tuduhan itu sama sekali tidak benar.

"Contohnya seperti dia bilang di podcast kalau Rafi menjual barang-barangnya Vina, ya kan? Saya punya bukti dan kita sudah inventariskan barang-barang ini apa barang-barangnya Vina, yang itu enggak benar," tegasnya.

Menurut penuturannya, tidak pernah terjadi penjualan seperti yang dituduhkan. Situasi sebenarnya bermula dari masalah rumah kontrakan yang sebelumnya mereka tempati.

"Saya tidak pernah, kita khususnya Rafi, Rafi tidak menjual barang-barang Vina," ungkapnya.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar