Nasib Mikel Arteta di Arsenal Bergantung pada Trofi Musim Ini

- Rabu, 18 Februari 2026 | 15:00 WIB
Nasib Mikel Arteta di Arsenal Bergantung pada Trofi Musim Ini

Masa depan Mikel Arteta di Arsenal sedang digantung di ujung tanduk. Begitulah kabar yang beredar belakangan ini. Tekanannya nyata, dan datang langsung dari pucuk pimpinan klub.

Menurut sumber internal, pesan yang disampaikan pemilik kepada Arteta sangatlah jelas dan tegas: musim ini harus berakhir dengan trofi. Tidak ada kompromi. Jika target itu meleset, konsekuensinya adalah pemecatan. Titik.

Tekanan memuncak ini bukan tanpa alasan. Performa The Gunners dalam beberapa pekan terakhir dinilai menurun drastis. Penampilan janggal dan mengecewakan saat ditahan Brentford, misalnya, benar-benar memicu alarm di balik layar. Kekhawatiran utama adalah soal konsistensi tim di fase-fase krusial persis saat gelar diperebutkan.

Ancaman Nyata dari Kota Manchester

Dan situasinya makin pelik. Manchester City, sang mesin juara, terus mengintai dari belakang. Kini, jaraknya cuma empat poin. Dengan sisa laga yang makin sedikit, setiap poin jadi mahal harganya.

City punya pengalaman dan mental baja di momen penentuan. Mereka sudah terbukti. Di sisi lain, Arsenal kerap terlihat goyah. Kekhawatiran terbesarnya sederhana: satu dua kali terpeleset lagi, maka posisi puncak yang susah payah dibangun bisa lenyap dalam sekejap. Manajemen klub jelas tak mau mengambil risiko. Mereka kapok dengan momentum yang buyar di akhir musim, seperti yang terjadi sebelumnya.

Pertanyaan Seputar Taktik dan Kendali

Di balik layar, sejumlah pertanyaan mulai bermunculan. Terutama soal pendekatan taktik Arteta dan pola rotasi pemainnya. Beberapa keputusannya dinilai kurang jitu, misalnya dalam menjaga soliditas pertahanan atau menyalakan kreativitas lini tengah saat tim ditekan lawan.

Memang, jasanya membangun ulang fondasi tim dan mengembalikan Arsenal ke papan atas tak bisa dipungkiri. Tapi ekspektasi sekarang sudah berbeda. Investasi besar-besaran untuk memperkuat skuad menuntut imbalan yang nyata: piala. Itu harga mati.

Untuk saat ini, Arteta masih memegang kendali penuh di ruang ganti. Suara dan otoritasnya masih didengar. Namun begitu, atmosfernya sudah mulai memanas. Setiap laga ke depan bakal terasa seperti final mini bagi nasibnya. Jika target trofi akhirnya tak tercapai, perubahan besar di kursi manajer bukan lagi sekadar desas-desus. Itu akan jadi kenyataan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar