"Dan memang di Jakarta yang memanfaatkan seng itu sebenarnya tidak terlalu banyak," tambahnya.
Di sisi lain, gagasan gentengisasi yang digaungkan Prabowo punya tujuan yang lebih luas. Bukan cuma soal estetika, tapi juga kenyamanan dan keberlanjutan. Presiden menilai seng kurang cocok untuk iklim tropis panas, mudah berkarat, dan dinilainya kurang ramah lingkungan.
“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ujar Prabowo dalam sebuah rapat koordinasi nasional di Sentul, awal pekan ini.
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia,” lanjutnya.
Jadi, mulai sekarang, wajah pemukiman di Jakarta bakal berubah perlahan. Dari yang mungkin sebelumnya dipenuhi warna perak atap seng, lambat laun akan berganti dengan warna-warna genteng yang dianggap lebih teduh dan tahan lama.
Artikel Terkait
Sunderland Kalahkan Newcastle 2-1 dalam Derby Timur Laut yang Sengit
Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pos Pengamanan Mudik 2026 di Medan
IM57+ Kritik Keras Pengalihan Status Tahanan Yaqut ke Rumah
MUI Desak Pemerintah Tinjau Ulang Keterlibatan Indonesia di Board of Peace