"Dan memang di Jakarta yang memanfaatkan seng itu sebenarnya tidak terlalu banyak," tambahnya.
Di sisi lain, gagasan gentengisasi yang digaungkan Prabowo punya tujuan yang lebih luas. Bukan cuma soal estetika, tapi juga kenyamanan dan keberlanjutan. Presiden menilai seng kurang cocok untuk iklim tropis panas, mudah berkarat, dan dinilainya kurang ramah lingkungan.
“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ujar Prabowo dalam sebuah rapat koordinasi nasional di Sentul, awal pekan ini.
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia,” lanjutnya.
Jadi, mulai sekarang, wajah pemukiman di Jakarta bakal berubah perlahan. Dari yang mungkin sebelumnya dipenuhi warna perak atap seng, lambat laun akan berganti dengan warna-warna genteng yang dianggap lebih teduh dan tahan lama.
Artikel Terkait
Pemerintah Pacu Mobil Listrik dengan Insentif dan Stasiun Pengisian
Pemerintah Siapkan Potongan Pajak Guna Pikat Investor Energi Hijau
Ledakan di Sekolah: Beban Keluarga dan Bullying Diduga Picu Aksi Siswa
Kisah Purba di Balik Gemuruh Kucing Rumahan