Prilly Latuconsina Beri Penjelasan Usai Open to Work-nya Picu Sorotan

- Rabu, 04 Februari 2026 | 14:15 WIB
Prilly Latuconsina Beri Penjelasan Usai Open to Work-nya Picu Sorotan

Prilly Latuconsina Minta Maaf, Soal "Open to Work" yang Bikin Gaduh

Nama Prilly Latuconsina tiba-tiba ramai lagi. Kali ini bukan karena film atau drama, melainkan karena sebuah badge sederhana di LinkedIn. Ya, fitur "OpenToWork" yang dia pasang di profilnya itu malah bikin heboh dan berujung pada permintaan maaf panjang lebar dari sang artis.

Banyak yang langsung geram. Di tengah susahnya cari kerja, aksi Prilly dianggap nggak peka. Seolah-olah dia main-main dengan fitur yang bagi banyak orang adalah harapan terakhir untuk dapat pekerjaan. Kontroversi pun mengeras, kritikan berdatangan dari berbagai penjuru.

Menurut sejumlah saksi, awalnya Prilly memang mengaktifkan fitur itu. Langsung saja, respons dari para HRD berdatangan. Tapi di sisi lain, reaksi negatif justru lebih kencang terdengar. Dia dituding cuma bikin gimmick atau iklan terselubung. Kekecewaan publik pun meluap.

Tak tahan dengan sorotan, Prilly akhirnya angkat bicara. Lewat akun Instagram pribadinya, dia menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf.

"Hai semuanya, aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian merasa marah, kecewa, atau nggak nyaman. Untuk itu aku mau menyampaikan klarifikasi ini dengan iktikad baik, sebagai bentuk tanggung jawabku dalam berkomunikasi."
"Pertama-tama aku minta maaf dengan tulus kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa nggak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan hal yang ingin aku ciptakan."

Dia berusaha meyakinkan publik. Katanya, niatnya bukan untuk bersikap tidak empati. Prilly mengaku sadar posisinya sebagai selebritas memang berbeda dengan kebanyakan orang yang sedang berjuang melamar kerja.

"Aku ingin menegaskan bahwa sejak awal, aku tidak pernah berniat untuk bersikap tidak sensitif, apalagi tidak empati di tengah situasi yang sedang banyak dihadapi orang-orang saat ini."
"Aku sadar, posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang dan aku mengerti kenapa hal ini terasa begitu menyakitkan bagi sebagian pihak."

Lalu, apa sih maksudnya pasang badge itu? Prilly bilang, itu cuma cara dia buka peluang kolaborasi baru. Mau coba jelajah industri lain yang belum pernah dia sentuh. Bukan maksud merebut peluang orang lain.

"Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapa pun, melainkan sebagai bagian dari proses belajarku dan upayaku untuk terus bertumbuh."

Oh ya, ada satu hal lagi yang dia jelaskan. Soal akun LinkedIn-nya yang tiba-tiba hilang. Rupanya, kata Prilly, akunnya kewalahan karena lonjakan aktivitas yang tiba-tiba tinggi banget. Sekarang lagi dalam proses pemulihan, masih belum bisa diakses.

Di akhir klarifikasinya, dia berjanji bakal lanjutkan kerja-kerja yang berdampak positif. Intinya, Prilly tegaskan bahwa semua ini bukanlah skenario buruk atau maksud terselubung seperti yang dituduhkan beberapa pihak.

Gara-gara sebuah badge di LinkedIn, sederet masalah muncul. Tapi setidaknya, lewat permintaan maaf ini, dia berusaha meredakan suasana. Entah berhasil atau tidak, itu urusan lain.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar