Virgoun Malah Senang Dipanggil Komnas PA, Tapi Tak Hadir dengan Alasan Ini

- Rabu, 04 Februari 2026 | 11:00 WIB
Virgoun Malah Senang Dipanggil Komnas PA, Tapi Tak Hadir dengan Alasan Ini

Virgoun akhirnya angkat bicara soal pemanggilannya oleh Komnas Perlindungan Anak. Panggilan itu muncul setelah Inara Rusli, mantan istrinya, melaporkan bahwa anak-anak mereka dibawa paksa. Tapi, reaksi Virgoun justru di luar dugaan.

Lewat kuasa hukumnya, Andy Santika, Virgoun menyatakan sama sekali tidak mempermasalahkan panggilan tersebut. Malah, ia merasa senang.

"Nggak ada masalah," kata Andy Santika, saat ditemui di Cinere, Depok, Selasa lalu.

Menurut pengacaranya, Virgoun justru melihat pemanggilan ini sebagai sebuah kesempatan. Kesempatan untuk menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya dari sudut pandangnya. "Karena kan Virgoun sendiri juga menyampaikan, dia malah senang gitu lho untuk dipanggil," ujar Andy menambahkan.

Namun begitu, pada hari pemanggilan itu sendiri, Selasa (3/2/2026), Virgoun ternyata tak hadir. Alasannya, panggilan itu dinilai terlalu mendadak. Jadwalnya sudah padat dengan pekerjaan lain yang tak bisa ditinggalkan begitu saja.

"Sebenarnya Virgoun mungkin kalau pemanggilan yang nggak terlalu mendadak akan datang. Cuman memang karena panggilannya terlalu mendesak, mendadak, Virgoun juga ada pekerjaan ya makanya nggak bisa hari ini," tutur Andy Santika menjelaskan.

Latar belakangnya, pemanggilan ini berawal dari laporan Inara Rusli ke Komnas Anak. Inara mengadukan bahwa Virgoun membawa paksa ketiga anak mereka. Persoalan ini muncul pasca perceraian pasangan itu.

Perlu diingat, dalam putusan perceraian mereka, hak asuh ketiga anak memang telah diberikan sepenuhnya kepada Inara Rusli. Putusan itu sendiri dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Jadi, meski tak hadir, respons Virgoun lewat pengacaranya ini jelas memberi warna baru. Ia tak mengelak, tak marah. Justru sebaliknya. Sekarang, tinggal menunggu kapan dialog dengan Komnas Anak benar-benar terlaksana.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar