Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menemui Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, untuk membahas nasib 54 titik perlintasan kereta api di Sumatera Barat yang selama ini menjadi sorotan publik. Pertemuan itu menghasilkan sejumlah kepastian yang dinilai sebagai angin segar bagi masyarakat setempat, khususnya mereka yang tinggal dan beraktivitas di sekitar jalur rel.
Salah satu isu utama yang diangkat adalah keberlanjutan anggaran bagi 165 petugas penjaga perlintasan kereta api di provinsi tersebut. Andre mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat muncul kekhawatiran mengenai kelanjutan anggaran mereka, namun kini telah dipastikan aman hingga akhir tahun 2026.
“Alhamdulillah minggu lalu saya sudah berkomunikasi dengan Pak Menteri dan Pak Dirjen. Kementerian Perhubungan sudah menyelesaikan bahwa sampai akhir tahun 2026 anggarannya sudah disiapkan. Insyaallah 165 orang yang menjaga 54 perlintasan di Sumbar itu sudah di-cover anggarannya oleh Kementerian Perhubungan,” kata Andre dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).
Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat itu menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan keselamatan transportasi dan pelayanan publik di daerah. Menurutnya, dengan adanya dukungan anggaran tersebut, risiko kecelakaan di perlintasan sebidang dapat ditekan secara signifikan.
Tak hanya soal anggaran, Andre juga menyampaikan adanya komitmen dari pemerintah pusat untuk membangun palang perlintasan di seluruh titik yang ada di Sumatera Barat, yang direncanakan dimulai pada tahun 2027. Ia menyebut kebijakan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan pengamanan di setiap perlintasan kereta api.
“Pak Menteri, Pemerintah Pusat, dan Pak Dirjen sudah punya kebijakan, insyaallah tahun 2027 akan dibangunkan palang perlintasan sehingga 54 perlintasan di Sumatera Barat nantinya memiliki pengamanan yang lebih baik,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan Andre demi meningkatkan keselamatan masyarakat. Ia mengapresiasi masukan tersebut dan menegaskan komitmen kementeriannya untuk menyelesaikan persoalan perlintasan sebidang sesuai arahan Presiden.
“Kami mengucapkan terima kasih atas apa yang disampaikan Pak Andre kepada kami sebagai bentuk aspirasi masyarakat Sumatera Barat. Kita akan selalu memperhatikan apa yang menjadi prioritas dan insyaallah sesuai arahan Bapak Presiden, tahun 2027 permasalahan perlintasan sebidang akan segera diselesaikan,” kata Dudy.
Sementara itu, Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono juga menyampaikan apresiasi serupa. Ia menilai komunikasi dan sinergi antara DPR RI dan pemerintah sangat penting agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera ditangani secara efektif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Andre Rosiade yang telah datang langsung menyampaikan aspirasi masyarakat Sumatera Barat. Ini menjadi perhatian bersama agar keselamatan dan pelayanan perkeretaapian di Sumbar semakin baik ke depan,” tutup Allan.
Artikel Terkait
Menko Agus Harimurti Yudhoyono Tegaskan Konektivitas Laut dan SDM Maritim Tak Bisa Dipisahkan demi Kedaulatan Indonesia
Kim Jong Un Diduga Siapkan Putrinya sebagai Penerus, Gaya Busana Kim Ju Ae Jadi Strategi Politik
Pemkab Gianyar Pecat Tiga ASN, Dua Terjerat Narkoba dan Satu Mangkir
Mantan Bos Sritex Iwan Setiawan Divonis 14 Tahun Penjara atas Korupsi Kredit Perusahaan