Bocorannya sudah mulai berhembus: pemerintah AS dikabarkan sedang memikirkan cara untuk menekan harga minyak yang melonjak. Tapi, rencana itu dapat menuai masalah besar. Peringatan keras justru datang dari dalam negeri sendiri, tepatnya dari pimpinan bursa derivatif terkemuka.
Terry Duffy, sang CEO CME Group, tidak main-main dengan peringatannya. Dalam sebuah konferensi di Boca Raton, Florida, dia menyuarakan keprihatinan yang mendalam. CME Group, bagi yang belum tahu, adalah operator bursa minyak berjangka utama di Amerika.
"Pasar tidak menyukai ketika pemerintah campur tangan dalam penetapan harga,"
Ucap Duffy tegas. Menurutnya, langkah intervensi semacam itu berisiko menggerogoti kepercayaan investor. Dan kalau kepercayaan itu hilang? Bisa berujung pada bencana ekonomi yang skalanya tidak main-main.
Artikel Terkait
Lebaran 2026: 459.570 Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta, Puncak Arus Mudik Masih Menanti
Michael Bloomberg Kembali Jadi Filantrop AS Terbesar dengan Sumbangan Rp72 Triliun
Kantor Netanyahu Bantah Kabar Meninggalnya PM Israel di Media Sosial
F1 Resmi Batalkan GP Bahrain dan Arab Saudi Akibat Ketegangan Timur Tengah