IHSG Berbalik Arah ke Zona Hijau di Menit Awal Perdagangan, Enam Sektor Bertahan

- Jumat, 29 Mei 2026 | 10:00 WIB
IHSG Berbalik Arah ke Zona Hijau di Menit Awal Perdagangan, Enam Sektor Bertahan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan akhir pekan dengan tekanan, meskipun berhasil berbalik arah ke zona hijau dalam hitungan menit. Pada Jumat (29/5/2026), IHSG dibuka melemah 0,28 persen ke level 6.112,77, namun tak butuh waktu lama bagi indeks untuk bangkit.

Hanya semenit setelah perdagangan berlangsung, IHSG berhasil membalikkan keadaan dengan menguat 0,35 persen ke posisi 6.151. Data mencatat sebanyak 241 saham berada di zona hijau, sementara 266 saham melemah dan 452 lainnya stagnan. Volume transaksi awal tercatat mencapai 4,5 miliar saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp2,5 triliun.

Sementara itu, mayoritas indeks acuan justru masih menunjukkan pelemahan. Indeks LQ45 turun 0,79 persen ke level 615, indeks JII melemah 0,56 persen ke 379, indeks MNC36 terkoreksi 1,11 persen ke 273, dan IDX30 melemah 0,92 persen ke 350. Kondisi ini menggambarkan tekanan yang masih terasa di sebagian besar sektor saham berkapitalisasi besar.

Di sisi lain, pergerakan sektoral memperlihatkan pemulihan yang tidak merata. Enam sektor berhasil bertahan di zona hijau, yakni energi, konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, teknologi, dan kesehatan. Namun, lima sektor lainnya justru tertekan, meliputi konsumer non siklikal, keuangan, properti, transportasi, dan industri.

Dari jajaran saham dengan kenaikan tertinggi, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memimpin dengan lonjakan 25 persen, disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang naik 24,75 persen, dan PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) yang menguat 24,69 persen. Ketiganya menjadi motor penggerak optimisme di tengah volatilitas pasar.

Sebaliknya, tekanan justru dialami oleh PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang menjadi top loser dengan penurunan 14,79 persen. Disusul PT Tunas Alfin Tbk (TALF) yang turun 12,65 persen, dan PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) yang melemah 12,54 persen. Pelemahan ini mencerminkan masih adanya sentimen negatif yang membayangi sejumlah emiten.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar