PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengonfirmasi telah mengajukan tawaran untuk mengakuisisi Energy Development Corporation (EDC), perusahaan panas bumi asal Filipina yang sahamnya dikuasai First Gen Corp. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Barito memperluas bisnis energi bersih ke pasar Filipina.
Jika transaksi terealisasi, nilainya berpotensi menjadi salah satu kesepakatan energi terbarukan terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus salah satu transaksi pengambilalihan perusahaan terbesar sepanjang sejarah Filipina.
Berdasarkan pernyataan resmi First Gen, tawaran yang diajukan Barito bersifat tidak diminta, indikatif, dan tidak mengikat. Tawaran tersebut memberikan nilai ekuitas EDC sekitar USD 5 miliar atau setara lebih dari Rp80 triliun.
First Gen menegaskan proses akuisisi ini masih harus melalui tahap uji tuntas, penyusunan dokumen transaksi, serta memperoleh berbagai persetujuan yang diperlukan sebelum bisa berlanjut. "Belum ada pembicaraan antara kedua pihak," kata First Gen. Perusahaan juga menyebutkan belum ada dokumen yang ditandatangani dan belum menunjuk penasihat keuangan untuk menangani rencana transaksi ini.
Saham First Gen Melonjak 33%
Kabar ini langsung disambut positif oleh pasar. Saham First Gen di Bursa Manila sempat melonjak hingga 33% secara intraday, kenaikan harian terbesar sejak perusahaan ini melantai di bursa pada 2006, sebelum akhirnya ditutup naik 18%. Lonjakan ini mengerek nilai kapitalisasi pasar First Gen menjadi sekitar USD 1,2 miliar.
Sementara itu, saham BREN di Bursa Efek Indonesia menguat hingga 4,1%. Kenaikan ini terjadi di tengah tahun yang berat bagi saham BREN, yang telah anjlok lebih dari 60% sepanjang 2026, dengan nilai kapitalisasi pasar saat ini mencapai hampir USD 26 miliar.
Profil Kedua Perusahaan
Barito Renewables merupakan bagian dari Barito Pacific Group, konglomerasi asal Indonesia. Portofolio asetnya mencakup pembangkit listrik panas bumi dan tenaga angin yang dikelola oleh sejumlah anak perusahaan.
Energy Development Corporation (EDC) memiliki sejumlah investor besar di belakangnya, termasuk Macquarie Asset Management dan lembaga investasi milik pemerintah Singapura, GIC Pte. EDC sendiri sempat menarik diri secara sukarela dari Bursa Efek Filipina pada 2018.
First Gen Corp, yang dikendalikan oleh keluarga Lopez, merupakan perusahaan energi bersih asal Filipina dengan portofolio aset yang mencakup panas bumi, tenaga air, angin, surya, hingga gas alam.
Artikel Terkait
Barito Renewables Ajukan Tawaran Akuisisi Perusahaan Panas Bumi Filipina Senilai USD 5 Miliar
Pertumbuhan Ekonomi Stagnan, Indonesia Berpotensi Disalip Vietnam dan Filipina
Pertumbuhan Stagnan, Indonesia Terancam Disalip Vietnam dan Filipina
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas