Donald Trump kembali meminta bantuan. Presiden AS itu mendesak sekutu-sekutunya untuk mengirim pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz, menyusul langkah Iran yang menutup jalur pelayaran vital itu sejak awal Maret 2026. Penutupan ini, sebagai balasan atas serangan gabungan AS dan Israel, jelas mengacaukan lalu lintas perdagangan energi global. Tapi, tampaknya, panggilan Trump kali ini jatuh pada telinga yang tak mau mendengar.
Negara-negara Eropa, secara kolektif, menolak permintaan itu. Mereka kompak.
Setelah pertemuan para menteri luar negeri di Brussels, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyampaikan penolakan yang tegas. Suaranya jelas dan tanpa keraguan.
"Kami tidak memiliki keinginan untuk secara aktif terlibat dalam aksi militer terhadap Iran," ujarnya.
Artikel Terkait
Sporting CP Balikkan Kekalahan 0-3, Lolos Dramatis ke Perempat Final Liga Champions
Menhub Prediksi Puncak Mudik Roda Dua di Pelabuhan Ciwandan 18-19 Maret
Pria Diamankan Usai Coba Mencuri di Masjid Istiqlal Saat Iktikaf
Iran Akui Ali Larijani, Pejabat Keamanan Senior, Tewas dalam Serangan Israel