Dua perempuan asal Sumedang berhasil diselamatkan polisi dari dugaan perdagangan orang. Operasi penyelamatan ini digulirkan Polsek Cibatu, Garut, setelah ada laporan warga yang curiga.
Menurut Kapolsek Cibatu, AKP Amirudin Latif, laporan itu datang dari masyarakat yang melihat ada tempat penampungan mencurigakan. "Warga menduga mereka yang ditampung ini adalah korban TPPO," ujarnya kepada awak media, Senin (19/1).
Laporan itu langsung ditindaklanjuti. Tanpa buang waktu, tim langsung bergerak menuju lokasi yang disebutkan, yaitu sebuah rumah di Desa Karyamukti, Kecamatan Cibatu.
"Kami temukan dua orang diduga korban, EN (17) dan PN (33), bersama seorang terduga pelaku berinisial WP di dalamnya. Dari situasi yang ada, rumah ini kuat dugaan kami sebagai tempat transit calon tenaga kerja," jelas Amir.
Kedua perempuan itu, yang ternyata berasal dari Tanjungsiang dan Tanjungsari di Sumedang, punya cerita yang mirip. Awalnya, mereka kenal dengan seorang perempuan berinisial EK yang menawarkan lowongan kerja.
Janjinya menggiurkan: ada pekerjaan di sebuah tempat karaoke di Jakarta. EK lalu mengenalkan EN dan PN kepada WP.
Artikel Terkait
Bhutan: Ketika Sebuah Negara Memilih Jalan Kebahagiaan, Bukan Kecepatan
Di Balik Pangsit dan Ikan Utuh: Makna Tersembunyi Makanan Imlek yang Sarat Doa
Status Tersangka Eggi dan Damai Dicabut Usai Restorative Justice
Kontroversi Dapur MBG: Rekor Bersih Nganu Dipertanyakan atau Hanya Strategi Bisnis?