Pasar Saham AS Campur Aduk di Tengah Kontak Rahasia Iran dan Gejolak Minyak

- Rabu, 04 Maret 2026 | 23:55 WIB
Pasar Saham AS Campur Aduk di Tengah Kontak Rahasia Iran dan Gejolak Minyak

Pasar saham AS dibuka dengan suasana campur aduk Rabu (4/3/2026) waktu setempat. Indeks S&P 500 merangkak naik tipis di tengah gejolak yang masih terasa. Sentimen sedikit membaik setelah Presiden Donald Trump menjanjikan stabilitas untuk pasar minyak. Tapi yang bikin banyak orang melirik adalah kabar dari balik layar: agen-agen Iran dikabarkan diam-diam menghubungi Amerika Serikat, mengajak bicara soal mengakhiri konflik.

Menurut laporan New York Times, kontak dengan CIA itu terjadi sehari setelah serangan. Meski terdengar seperti secercah harapan, sikap resmi Washington tetap dingin. Para pejabat AS ragu baik pemerintahan Trump maupun Iran benar-benar siap untuk meredakan ketegangan dalam waktu dekat.

"Ini bisa jadi kabar baik, tapi jangan buru-buru senang," kata Art Hogan, Kepala Ahli Strategi Pasar di B Riley Wealth.

"Pemerintah sudah jelas menyatakan mereka punya tujuan yang belum tercapai. Jadi, kita harus tetap waspada."

Di lantai bursa, saham-saham sektor pariwisata yang biasanya kena imbas harga minyak bergerak tak seragam. American Airlines naik 1,2 persen, Norwegian Cruise cenderung datar. Tapi Carnival dan Delta malah terperosok, masing-masing turun 1,2 persen dan 0,8 persen.

Sektor energi justru tertekan paling dalam, anjlok 1,8 persen. Produsen minyak dan gas seperti ConocoPhillips dan Cheniere Energy ikut merosot, masing-masing 2,8 persen dan 1,5 persen. Wajar saja, beberapa negara Timur Tengah sudah menghentikan sementara produksi mereka. Ditambah lagi, AS disebut sedang mempertimbangkan perluasan kampanye militernya ke wilayah Iran.

Namun begitu, ada juga angin segar. Pengumuman Trump soal pengawalan Angkatan Laut AS untuk kapal tanker di Selat Hormuz, plus jaminan asuransi risiko politik, sedikit memberi kelegaan. Pasar seolah menarik napas pendek.

Per gerakan indeks, Dow Jones sempat turun 33,53 poin (0,07%) ke level 48.467,74. S&P 500 bertambah 8,59 poin (0,12%) menjadi 6.825,22. Sementara Nasdaq Composite melesat lebih kencang, naik 130,06 poin atau 0,58% ke 22.646,75.

Di balik semua ini, para investor ternyata sedang menggeser ekspektasi mereka. Mereka kini memprediksi penurunan suku bunga 25 basis poin bakal terjadi September, bukan Juli seperti sebelumnya. Kekhawatiran akan biaya energi dan tarif impor AS yang memicu inflasi jadi alasan utamanya.

Catatan menarik lain: S&P 500 sepanjang 52 minggu terakhir telah mencetak enam rekor tertinggi baru dan dua rekor terendah baru. Nasdaq lebih liar lagi, dengan 34 rekor tertinggi dan 44 rekor terendah baru. Pasar memang lagi tidak karuan, naik-turun dalam tarikan nafas yang sama.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar