Pasar saham AS dibuka dengan suasana campur aduk Rabu (4/3/2026) waktu setempat. Indeks S&P 500 merangkak naik tipis di tengah gejolak yang masih terasa. Sentimen sedikit membaik setelah Presiden Donald Trump menjanjikan stabilitas untuk pasar minyak. Tapi yang bikin banyak orang melirik adalah kabar dari balik layar: agen-agen Iran dikabarkan diam-diam menghubungi Amerika Serikat, mengajak bicara soal mengakhiri konflik.
Menurut laporan New York Times, kontak dengan CIA itu terjadi sehari setelah serangan. Meski terdengar seperti secercah harapan, sikap resmi Washington tetap dingin. Para pejabat AS ragu baik pemerintahan Trump maupun Iran benar-benar siap untuk meredakan ketegangan dalam waktu dekat.
"Ini bisa jadi kabar baik, tapi jangan buru-buru senang," kata Art Hogan, Kepala Ahli Strategi Pasar di B Riley Wealth.
"Pemerintah sudah jelas menyatakan mereka punya tujuan yang belum tercapai. Jadi, kita harus tetap waspada."
Di lantai bursa, saham-saham sektor pariwisata yang biasanya kena imbas harga minyak bergerak tak seragam. American Airlines naik 1,2 persen, Norwegian Cruise cenderung datar. Tapi Carnival dan Delta malah terperosok, masing-masing turun 1,2 persen dan 0,8 persen.
Artikel Terkait
Saham AS Beragam di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Upaya Diplomasi Iran
Wall Street Bergoyang di Tengah Ketegangan Iran dan Sinyal Diplomatik Samar
Saham AS Bergejolak Imbas Ketegangan Iran dan Janji Stabilisasi Energi
Kontak Rahasia Iran-AS dan Janji Trump Pengaruhi Pasar Saham