Serangan Drone Iran di Riyadh Diduga Juga Targetkan Fasilitas CIA

- Rabu, 04 Maret 2026 | 09:20 WIB
Serangan Drone Iran di Riyadh Diduga Juga Targetkan Fasilitas CIA
Laporan Serangan Drone di Riyadh

Serangan drone Iran yang menyasar Kedutaan Besar AS di Riyadh ternyata berdampak lebih luas. Menurut informasi yang beredar, fasilitas rahasia CIA yang berlokasi di ibu kota Arab Saudi itu juga ikut menjadi sasaran.

Peristiwa ini diduga terjadi pada hari Senin lalu. Meski tak ada korban jiwa yang dilaporkan, kabarnya kerusakan yang ditimbulkan pada bangunan-bangunan tersebut cukup signifikan. Lokasi stasiun CIA itu disebut-sebut berada dalam kompleks yang sama dengan kedutaan.

Laporan CNN, Rabu (4/3/2026), mengonfirmasi hal ini berdasarkan keterangan sejumlah sumber. Di sisi lain, The Washington Post juga memberitakan hal serupa.

Namun begitu, CIA sendiri memilih untuk tidak berkomentar.

Serangan awal diketahui melibatkan dua drone yang menargetkan Kedubes AS. Serangan itu memicu kebakaran dan kerusakan properti. Syukurlah, tidak ada yang terluka.

Tapi rupanya, ceritanya belum selesai. Dua drone Iran lainnya diduga melakukan serangan terpisah, dengan sasaran di sekitar atau bahkan tepat di area kompleks diplomatik itu. Informasi ini datang dari sumber lain yang mengetahui detil operasi.

Narasi dari pihak Iran pun muncul. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan mereka telah memulai upaya untuk menghancurkan apa yang mereka sebut "pusat-pusat politik Amerika" di kawasan tersebut.

Pernyataan resmi mereka, yang disebarkan via Telegram, terang-terangan menyebut insiden di Riyadh.

"Ledakan di kedutaan Washington di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, adalah langkah ke arah ini," tulis IRGC.

Situasinya jelas makin memanas. Serangkaian serangan ini bukan hanya soal kerusakan fisik, tapi lebih seperti pesan yang dikirim dengan keras dan jelas ke jantung kepentingan Amerika di Timur Tengah.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar