Presiden Prabowo Perintahkan Penambahan Sekolah Rakyat di Bali, Minta Bupati Siapkan Lahan

- Minggu, 07 Juni 2026 | 11:45 WIB
Presiden Prabowo Perintahkan Penambahan Sekolah Rakyat di Bali, Minta Bupati Siapkan Lahan

Presiden Prabowo Subianto mendorong penambahan jumlah Sekolah Rakyat di Provinsi Bali. Instruksi tersebut disampaikan langsung kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya untuk segera berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna merealisasikan perluasan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu itu.

Keinginan Presiden Prabowo itu mengemuka saat dirinya meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 di Tabanan, Bali, pada Minggu (7/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara terlebih dahulu menggali informasi dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengenai jumlah sekolah serupa yang telah berdiri di Pulau Dewata. Gus Ipul pun menjawab bahwa hingga saat ini baru terdapat satu Sekolah Rakyat di seluruh Bali.

“Di seluruh Bali, ada berapa sekolah rakyat?” tanya Prabowo.

“Baru satu,” jawab Gus Ipul.

Menanggapi hal itu, Presiden menegaskan bahwa jumlah tersebut harus segera ditambah. Prabowo juga meminta para bupati di Bali untuk mengupayakan penyediaan lahan bagi pembangunan Sekolah Rakyat selanjutnya. Apabila para kepala daerah mengalami kesulitan, pemerintah pusat menyatakan siap turun tangan mencari lahannya.

“Baru ini? Oke, berarti kita harus tambah secepat mungkin. Nanti diusahakan, bupati-bupati, kalau tidak nanti pemerintah pusat cari lahannya,” ungkapnya.

Presiden kemudian secara khusus memerintahkan Seskab Teddy Indra Wijaya untuk berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga. “Seskab mungkin nanti koordinasi dengan kementerian lembaga yang lain,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengarahkan agar dicari berbagai fasilitas milik pemerintah yang saat ini kurang dimanfaatkan secara optimal. Fasilitas tersebut, menurutnya, dapat dipinjamkan untuk digunakan sebagai sekolah permanen sementara waktu.

“Cari fasilitas mereka mungkin yang ada. Mungkin kurang dimanfaatkan. Bisa segera dipinjam sampai sekolah yang permanen jadi,” katanya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar