Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas Jakarta, aksi nekat pengendara yang melawan arus kembali jadi sorotan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, geram melihatnya. Ia pun menginstruksikan jajaran Satpol PP untuk tidak lagi main-main dalam menangani pelanggaran semacam ini.
"Bagi siapapun yang melanggar peraturan, saya sudah meminta kepada Satpol PP untuk mengambil tindakan tegas dan mengoordinasikan dengan aparat kepolisian,"
Demikian tegas Pramono saat berbicara di Balai Kota Jakarta, Kamis lalu (5/3/2026). Nada suaranya terdengar serius. Ia tampaknya tak ingin ada lagi kompromi.
Menurutnya, ada masalah dalam mekanisme penindakan di lapangan sekarang. Prosedur penilangan saat ini dianggapnya tak seketat dulu. Alhasil, banyak pelanggar cuma dapat teguran lisan, bukannya sanksi yang membuat jera.
"Memang sekarang ini untuk melakukan penilangan dan sebagainya itu prosedurnya tidak seperti dulu. Sehingga dengan demikian, banyak yang melakukan pelanggaran hanya bisa diberikan peringatan,"
Ucap Pramono lagi. Situasi ini, ia khawatirkan, justru bisa melemahkan wibawa penegak hukum di mata publik. Ia tak mau hal itu terus berlarut.
Harapannya jelas: dengan tindakan tegas yang terkoordinasi antara Satpol PP dan polisi, para pengendara akan lebih sadar. Mereka harus paham, melawan arah bukan cuma nekat, tapi juga membahayakan banyak nyawa.
"Saya sudah meminta kepada Satpol PP berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengambil tindakan tegas karena ini sudah mengganggu,"
Pungkasnya. Gangguan itu, rupanya, sudah sampai di tingkat yang tak bisa lagi ditoleransi. Langkah konkret kini dinantikan warga.
Artikel Terkait
China Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Bangun Industri Hilir Unggas di Aceh
Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang atas Permintaan Pakistan, Blokade Tetap Berjalan
Iran Tegas: Tak Ada Perundingan dengan AS Selama Blokade Pelabuhan Berlanjut
Investasi Asing Tetap Mengalir, Realisasi Kuartal I 2026 Lampaui Target