JAKARTA - Pasar saham Indonesia memulai hari Selasa (21/4/2026) dengan langkah yang berat. IHSG dibuka melemah 0,45 persen, mengawali hari di level 7.560,28. Namun begitu, tekanan jual ternyata belum berhenti. Hanya dalam hitungan menit, pelemahan makin dalam dan indeks utama itu terperosok 0,92 persen ke posisi 7.524.
Suasana di lantai bursa terlihat cukup muram. Dari total saham yang diperdagangkan, mayoritas justru bergerak tiarap. Tercatat 305 saham melemah, sementara yang mampu naik hanya 215. Sebanyak 439 saham lainnya stagnan, seolah menunggu arah yang lebih jelas. Transaksi di awal sesi terpantau mencapai Rp1,2 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 3,4 miliar lembar saham.
Tekanan jual ternyata merata hampir di semua indeks acuan. Indeks LQ45 anjlok 1,15 persen ke 747, diikuti JII yang turun 1,09 persen. Indeks MNC36 dan IDX30 juga tak luput dari koreksi, masing-masing melemah 0,52 persen dan 0,46 persen.
Kalau dilihat dari sektornya, zona merah mendominasi. Sektor-sektor seperti energi, keuangan, properti, hingga infrastruktur kompak tertekan. Bahkan sektor konsumen, baik siklikal maupun non-siklikal, ikut terseret arus pelemahan. Di sisi lain, ada sedikit cahaya dari beberapa sektor yang masih bertahan di zona hijau. Bahan baku, transportasi, industri, dan teknologi berhasil mencatatkan penguatan, meski tak cukup kuat untuk mengangkat sentimen pasar secara keseluruhan.
Di tengah pelemahan luas, tetap ada beberapa saham yang menunjukkan performa gemilang. PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) memimpin penguatan, diikuti oleh PT Ciptadana Asset Management Tbk (XCLQ) dan PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA). Mereka jadi pengecualian di hari yang suram ini.
Sayangnya, daftar saham yang terpuruk jauh lebih panjang. Posisi puncak top losers ditempati oleh PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIML). Dua emiten lain yang ikut terperosok dalam adalah PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) dan PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA). Performa mereka mencerminkan betapa beratnya tekanan jual yang terjadi pagi ini.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 8,69 Persen dalam Sepekan, Asing Catat Jual Bersih Rp3,73 Triliun
Wall Street Ambruk, Nasdaq Anjlok 4,2% Setelah Data Tenaga Kerja AS Picu Spekulasi Kenaikan Suku Bunga
Hartadinata Abadi (HRTA) Bagi Dividen Rp184,21 Miliar, Laba Melonjak 121 Persen
PT Selamat Sempurna Tbk Bagikan Dividen Final Rp230,35 Miliar, Jadwal Cum Dividen 15 Juni 2026