NEW YORK Iran bersikukuh. Mereka tak akan kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat selama blokade maritim di pelabuhan-pelabuhan mereka masih berlaku. Sikap keras ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, kepada para wartawan di New York.
“Segera setelah mereka mencabut blokade ini, saya kira putaran negosiasi selanjutnya akan berlangsung di Islamabad,” tegas Iravani.
Dia juga menyebut, Tehran sebenarnya sudah menangkap beberapa sinyal bahwa AS mungkin bersiap untuk melonggarkan tekanan. Tapi, kata dia, itu belum cukup. Negosiasi baru bisa jalan kalau blokade benar-benar berakhir.
Blokade ini sendiri mulai diberlakukan Angkatan Laut AS sejak 13 April lalu. Mereka mengawasi ketat lalu lintas kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz. Wilayah itu memang vital, jadi wajar kalau tensinya langsung naik.
Namun begitu, AS memberikan pengecualian. Kapal-kapal yang bukan berbendera Iran masih boleh melintas, asalkan tidak membayar semacam “uang tol” kepada otoritas Tehran. Lucunya, Iran sendiri sebenarnya belum resmi memberlakukan bea semacam itu rencana itu masih dalam pembahasan internal.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump justru melihat blokade ini sebagai sebuah kemenangan. Dia menyebutnya sukses luar biasa. Trump juga berkeras bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka begitu saja sebelum ada kesepakatan yang jelas dengan Iran.
Jadi, situasinya seperti jalan buntu. Iran menunggu pencabutan blokade, sementara AS menunggu konsesi dari Tehran. Dua pihak saling menatap, menunggu siapa yang lebih dulu berkedip.
Artikel Terkait
KPK Sita Dua Mobil Mewah Porsche Milik Wamen Imigrasi Silmy Karim yang Tak Tercatat di LHKPN
KPK Hentikan Penyelidikan Korupsi Makan Bergizi Gratis karena Kejagung Lebih Dulu Sidik
KPK Sita Dua Mobil Porsche Milik Wamen Imipas Silmy Karim yang Tak Tercatat di LHKPN
Kenaikan Suku Bunga BI Tekan Penerbitan Obligasi Multifinance, OJK Dorong Diversifikasi Pendanaan