Garudayaksa FC Mulai Bongkar Skuad Usai Promosi, Dua Pemain Asing Dilepas

- Senin, 08 Juni 2026 | 09:00 WIB
Garudayaksa FC Mulai Bongkar Skuad Usai Promosi, Dua Pemain Asing Dilepas

Promosi Garudayaksa FC ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia untuk musim 2026/2027 langsung memicu geliat perombakan besar-besaran di tubuh klub juara Championship 2025/2026 tersebut. Manajemen mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komposisi skuad, termasuk mengambil keputusan untuk melepas sejumlah pemain yang sebelumnya menjadi pilar penting dalam perjalanan menuju Indonesia Super League.

Dua pemain asing dipastikan akan berpisah dengan Garudayaksa, yakni Everton Nascimento de Mendonça dan Vytas Gašpuitis. Langkah ini menjadi sinyal awal bahwa klub tengah menyusun wajah baru guna menghadapi tantangan yang jauh lebih berat di level tertinggi kompetisi nasional.

Everton merupakan figur sentral di lini depan Garudayaksa. Penyerang asal Brasil itu tampil tajam dengan koleksi 14 gol dari 24 pertandingan sepanjang musim. Pengalamannya berlaga di sepak bola Indonesia bersama PSM Makassar dan Bali United menjadikannya andalan utama dalam mengawal lini serang tim.

Sementara itu, Vytas Gašpuitis yang bergabung pada putaran kedua kompetisi langsung memberikan dampak signifikan di sektor pertahanan. Bek jangkung yang pernah membela Timnas Lithuania itu mencatatkan sepuluh penampilan dan berkontribusi besar dalam meningkatkan soliditas lini belakang, hingga akhirnya Garudayaksa mengunci tiket promosi.

Namun, perombakan skuad diperkirakan belum berhenti sampai di situ. Sejumlah pemain lokal Garudayaksa kini mulai dikaitkan dengan PSIS Semarang. Rumor tersebut menguat setelah pelatih Widodo Cahyono Putro resmi ditunjuk sebagai nahkoda baru PSIS untuk musim 2026/2027.

Kedatangan Widodo membuka peluang terjadinya reuni dengan beberapa pemain yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam skuad juara Garudayaksa. Nama-nama seperti Agus Nova, Komang Tri, Ray Redondo, hingga Andik Vermansyah mulai ramai disebut sebagai calon rekrutan Mahesa Jenar.

Jika skenario tersebut benar terjadi, PSIS berpotensi mendapatkan keuntungan besar. Selain kualitas individu pemain, mereka juga sudah memahami filosofi permainan Widodo sehingga proses adaptasi diperkirakan berlangsung lebih cepat.

Di sisi lain, Garudayaksa menghadapi pekerjaan rumah yang tidak ringan. Sebagai tim promosi, mereka harus menjaga keseimbangan antara melakukan penyegaran skuad dan mempertahankan kerangka tim yang sukses membawa klub menembus level tertinggi sepak bola Indonesia.

Bursa transfer masih terbuka dan berbagai kemungkinan masih dapat terjadi. Namun satu hal yang mulai terlihat, efek perombakan di Garudayaksa FC berpotensi menciptakan arus perpindahan pemain menuju PSIS Semarang, sekaligus membuka babak baru bagi kedua klub dalam menyambut musim 2026/2027.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar