Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Senin setelah prospek gencatan senjata antara Israel dan Iran membantu logam mulia tersebut bangkit dari level terendah intraday. Namun, data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang kuat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, sehingga membatasi ruang penguatan harga emas.
Harga emas spot ditutup mendatar di angka 4.330,06 dolar AS per troy ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 23 Maret pada awal sesi perdagangan. Wakil Presiden sekaligus Strategis Senior Logam di Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan bahwa kabar mengenai kemungkinan gencatan senjata baru antara Iran dan Israel berhasil mengangkat harga dari titik terendah di pasar luar negeri. Menurutnya, berita itu sedikit mengurangi tekanan penurunan harga.
Emas secara tradisional menjadi aset lindung nilai saat terjadi konflik geopolitik. Sementara itu, kesepakatan damai berpotensi mengurangi risiko inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi serta menurunkan tekanan terhadap bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, kenaikan harga emas juga tertahan oleh penguatan dolar AS yang bertahan di dekat level tertinggi hampir dua bulan. Penguatan tersebut terjadi setelah laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun. Dolar yang lebih kuat membuat komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mencapai 43 persen, naik dari sekitar 14 persen sebulan lalu, berdasarkan alat FedWatch milik CME Group. Investor selanjutnya menantikan data Indeks Harga Konsumen AS pada Rabu dan Indeks Harga Produsen pada Kamis untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.
Namun, prospek perdamaian antara Israel dan Iran juga membawa dampak lain. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kedua negara sama-sama menginginkan gencatan senjata segera dan negosiasi akhir menuju perdamaian sedang berlangsung. Kesepakatan ini dinilai dapat menurunkan ketegangan geopolitik yang sebelumnya mendorong harga emas melonjak.
Di tengah dinamika tersebut, Citi memangkas target harga emas jangka pendek menjadi 4.000 dolar AS per troy ons dari sebelumnya 4.300 dolar AS per troy ons. Revisi itu didasarkan pada ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi tahun ini akibat kebuntuan di Selat Hormuz dan tingginya harga energi.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,6 persen menjadi 68,22 dolar AS per ons. Sementara itu, platinum turun 1,6 persen ke 1.747,76 dolar AS per ons dan paladium melemah 1,7 persen menjadi 1.205,73 dolar AS per ons.
Artikel Terkait
George Imron Hendrata Resmi Ditunjuk sebagai Komisaris Utama Blibli, Perkuat Integrasi Omnichannel
Prospek Industri Rumah Sakit 2026 Cerah, Bahana Sekuritas Naikkan Rekomendasi ke Overweight
IHSG Anjlok 4,52% ke Level 5.342, MNC Sekuritas Rekomendasikan Akumulasi di Emiten Ini
Wall Street Mixed: Nasdaq Rebound Dipimpin Saham Teknologi dan Chip, Dow Justru Melemah