Sebuah video yang memperlihatkan seorang juru parkir liar mengamuk dan memaksa wisatawan membayar biaya parkir di kawasan wisata Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, viral di media sosial. Dalam rekaman itu, pria tersebut terlihat mendesak wisatawan untuk membayar dengan nominal yang dinilai tidak wajar, hingga terjadi cekcok.
Wisatawan yang menjadi korban mengaku telah membayar retribusi resmi saat membeli tiket masuk di pintu gerbang. Namun, jukir liar itu tetap meminta uang dengan dalih penitipan kendaraan. "Di harep mah Pemda, urusan lain. Ieu mah penitipan parkir Rp10 rebu," ujarnya dalam bahasa Sunda, yang artinya tiket di depan dari Pemda, sementara ini penitipan parkir Rp10 ribu.
Saat diminta menunjukkan karcis, pria tersebut mengaku tidak memilikinya. "Urang mah teu make karcis. Dijagain sama saya sampai magrib," katanya. Ia bahkan mengancam akan mengusir wisatawan jika tidak membayar. "Kabeh oge mayar, aya nu Rp15 rebu. Lamun ente embung mayar, tong parkir didieu. Diusir ku urang," tegasnya.
Lebih parah lagi, jukir liar itu juga melarang wisatawan asal Timur Tengah berkunjung ke Cibodas. Ia bahkan mengaku senang jika kawasan wisata tersebut ditutup. "Mending keneh Arab mah ulah ka Cibodas. Ulah kadieu Arab. Urang mah atoh, ditutup ge Cibodas mah atoh," ucapnya.
Bupati Respons
Menanggapi aksi tersebut, Bupati Cianjur dr. Muhammad Wahyu Ferdian meminta dinas terkait segera menindaklanjutinya. "Mohon ditindaklanjuti Disbudpar terkait kawasan wisata dan Dishub terkait punglinya," ujar Wahyu.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Cianjur, Rahmat Kurniawan, menegaskan bahwa tindakan tersebut ilegal. Pasalnya, wisatawan tidak dikenakan biaya tambahan setelah memasuki kawasan wisata Cibodas. "Tiket masuk di gerbang depan sudah mencakup biaya parkir dan lainnya. Kecuali untuk ke Cibeureum atau Kebun Raya Cibodas ada biaya tiket terpisah. Tapi untuk parkir kami pastikan tidak ada biaya lagi. Jadi itu pungutan liar dan parkir liar," katanya.
Rahmat menyayangkan tindakan pria tersebut, terutama ucapan yang melarang wisatawan Timur Tengah berkunjung. "Cibodas ini menjadi tujuan utama wisatawan ke Cianjur, termasuk wisatawan asing. Tentu sangat kami sesalkan tindakannya karena dapat berdampak pada kunjungan wisata," jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan turun ke lokasi untuk melakukan sosialisasi dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. "Kami upayakan agar hal ini tidak terulang. Bagi wisatawan silakan datang dan berkunjung ke kawasan wisata Cibodas," pungkasnya.
Artikel Terkait
Jukir Liar Cibodas yang Viral Palak Wisatawan Diciduk Polisi
Perawat ASN di Cianjur Diciduk Polisi Usai Lecehkan Remaja dengan Modus Medical Check Up
14 Kendaraan Ditindak karena Parkir Sembarangan di Jakarta Timur, 4 Mobil Diderek
Oknum ASN di Cianjur Cabuli Remaja dengan Modus Iming-iming Lolos Seleksi