Suasana di salah satu supermarket di Sorong, Papua Barat Daya, Selasa lalu, terasa berbeda. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka justru ada di sana, bukan untuk rapat atau inspeksi, tapi mengajak belanja sekelompok ibu-ibu. Rupanya, ini bagian dari kunjungan kerjanya sekaligus bentuk apresiasi di momen Hari Kartini.
Gibran baru saja tiba dari Yahukimo. Sambutan hangat langsung ia terima dari para Mama Papua sebutan akrab untuk perempuan-perempuan tangguh penggerak ekonomi di tanah ini. Antusiasme mereka jelas terlihat.
"Ini sangat membantu kami," ujar Joice Merauga, seorang ibu berusia 46 tahun yang menjadi salah satu penerima bantuan.
Dia melanjutkan dengan nada haru, "Saya bisa beli kebutuhan anak-anak, seperti popok, gula, telur dan lainnya. Terima kasih untuk Bapak Gibran."
Bantuan yang dimaksud adalah voucher belanja senilai Rp500 ribu. Tak tanggung-tanggung, ada 100 janda di Sorong yang mendapatkannya. Tujuannya sederhana: agar mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan leluasa di pasar swalayan itu. Para Mama pun tak menyia-nyiakan kesempatan, beberapa berhasil mengobrol langsung dengan Wapres.
Di sisi lain, kegiatan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Anie Nauw, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat Daya, menegaskan bahwa acara ini jauh dari sekadar seremoni belaka.
"Momentum ini luar biasa bagi kami," katanya.
Menurut Anie, di Hari Kartini ini, mama-mama Papua bisa bertemu langsung dengan Wakil Presiden dan merasakan perhatian nyata melalui kegiatan sederhana seperti belanja bersama. Ia mengungkapkan, pihaknya sengaja menyiapkan 100 mama janda untuk bisa bertemu dengan Gibran.
Namun begitu, Anie juga menyoroti hal yang lebih penting: keberlanjutan. Dukungan terhadap perempuan Papua, khususnya, harus terus mengalir. Peran mereka perlu diperkuat agar bisa berkontribusi lebih luas dalam pembangunan.
"Kami berharap ke depan tidak ada lagi ketimpangan," tambahnya dengan penuh keyakinan. "Perempuan Papua harus terus didorong untuk berdaya, berkarya, dan berdampak."
Kunjungan Gibran ke Sorong ini, meski singkat, meninggalkan kesan mendalam. Bukan hanya tentang voucher atau belanja, tapi tentang pertemuan langsung dan pengakuan akan peran penting yang sering tak terlihat.
Artikel Terkait
Curacao Debut di Piala Dunia 2026, Dick Advocaat Siap Bawa Tim Asal Karibia Berjaya
DPR Usulkan Revisi UU HKPD Beri Kepastian Hukum Daerah yang Belum Mampu Tekan Belanja Pegawai di Bawah 30 Persen
Turki Siap Ulang Kejutan Piala Dunia 2002 di Grup D yang Berat
BPJS Kesehatan Berlakukan Aturan Baru Kontrol Rutin Mulai 1 Juni 2026, Pasien Tak Bisa Majukan Jadwal