Timnas Turki datang ke Piala Dunia 2026 dengan satu misi besar: mengulang kejutan yang sama seperti yang mereka ciptakan pada edisi 2002 silam. Kala itu, skuad berjuluk Ay-Yıldızlılar berhasil merebut peringkat ketiga setelah mengalahkan Korea Selatan di partai perebutan tempat, sebuah pencapaian yang hingga kini masih dikenang sebagai salah satu kisah sukses terbesar mereka di panggung sepak bola dunia.
Pada Piala Dunia mendatang, Turki tergabung dalam Grup D yang menantang. Mereka akan berhadapan dengan tuan rumah Amerika Serikat, wakil Asia Australia, serta perwakilan Amerika Selatan, Paraguay. Grup ini dipandang cukup berat, namun semangat untuk menorehkan sejarah kembali menyala di kubu Turki.
Perjalanan Turki di Piala Dunia sebenarnya telah dimulai sejak edisi 1954 di Swiss. Namun, setelah itu mereka lama absen dan baru kembali tampil pada tahun 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Kehadiran mereka saat itu langsung menjadi kejutan besar, terutama karena skuad yang dihuni nama-nama seperti Emre Belözoğlu, Rüştü Reçber, Ümit Davala, hingga Hakan Şükür yang mencatatkan diri sebagai pencetak gol tercepat dalam sejarah Piala Dunia.
Setelah sukses besar itu, Turki harus melewatkan lima edisi Piala Dunia berikutnya. Baru pada edisi 2026, dengan bertambahnya jumlah peserta, mereka kembali mendapatkan tiket untuk berlaga di turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.
Jalan menuju Piala Dunia kali ini tidaklah mudah. Turki finis di peringkat kedua Grup E kualifikasi Eropa dengan raihan 13 poin dari enam pertandingan, di bawah Spanyol yang lolos otomatis sebagai juara grup. Mereka kemudian harus melewati dua babak play-off, dan akhirnya sukses menyingkirkan Rumania serta Kosovo untuk memastikan tempat di Amerika Serikat.
Selain prestasi di Piala Dunia, Turki juga pernah menorehkan catatan gemilang di tingkat Eropa. Pada Euro 2008 yang digelar di Austria dan Swiss, mereka berhasil melaju hingga babak semifinal di bawah asuhan pelatih legendaris Fatih Terim.
Saat ini, timnas Turki ditangani oleh Vincenzo Montella, pelatih asal Italia yang mulai menjabat pada 21 September 2023. Montella menjadi pelatih Italia kedua yang memimpin Turki di Piala Dunia, setelah Sandro Puppo yang melakukannya pada edisi 1954.
Turki disebut-sebut tengah berada dalam masa emas berkat munculnya talenta-talenta muda berbakat seperti Kenan Yıldız dan Arda Güler. Namun, pengalaman tetap menjadi faktor penting dengan kehadiran sosok senior seperti Hakan Çalhanoğlu yang juga dipercaya sebagai kapten tim.
Dalam skuad yang dibawa ke Piala Dunia 2026, terdapat sejumlah nama yang sudah malang melintang di kompetisi Eropa. Di posisi kiper, ada Mert Günok, Altay Bayındır, dan Uğurcan Çakır. Lini pertahanan dihuni oleh Zeki Çelik, Merih Demiral, Çağlar Söyüncü, Eren Elmalı, Abdülkerim Bardakcı, Ozan Kabak, Mert Müldür, Ferdi Kadıoğlu, serta Samet Akaydın.
Di sektor tengah, Turki memiliki Salih Özcan, Hakan Çalhanoğlu, İsmail Yüksek, Kaan Ayhan, dan Orkun Kökçü. Sementara itu, lini serang diperkuat oleh Kerem Aktürkoğlu, Arda Güler, Deniz Gül, Kenan Yıldız, İrfan Can Kahveci, Yunus Akgün, Barış Alper Yılmaz, Oğuz Aydın, dan Can Uzun.
Turki saat ini menempati peringkat ke-22 dalam ranking FIFA. Pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia tetap posisi ketiga pada 2002, sementara di turnamen lain, semifinal Euro 2008 menjadi catatan tertinggi.
Berikut jadwal pertandingan Turki di Piala Dunia 2026: mereka akan menghadapi Australia pada 14 Juni 2026 pukul 11.00 WIB, lalu berjumpa Paraguay pada 20 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, dan menutup fase grup melawan tuan rumah Amerika Serikat pada 26 Juni 2026 pukul 09.00 WIB.
Artikel Terkait
ATR/BPN Dorong Data Terintegrasi Jadi Fondasi Penyusunan RUU Komoditas Strategis
Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden, DPR Soroti Tugas Prioritas soal PHK hingga Pekerja Asing
Curacao Debut di Piala Dunia 2026, Dick Advocaat Siap Bawa Tim Asal Karibia Berjaya
DPR Usulkan Revisi UU HKPD Beri Kepastian Hukum Daerah yang Belum Mampu Tekan Belanja Pegawai di Bawah 30 Persen