Kemenangan Tipis Madrid atas Alaves Tak Redam Kekecewaan Suporter

- Rabu, 22 April 2026 | 06:00 WIB
Kemenangan Tipis Madrid atas Alaves Tak Redam Kekecewaan Suporter

Suara siulan masih menggema di Santiago Bernabeu, Rabu dini hari kemarin. Padahal, Real Madrid baru saja mengamankan tiga poin lewat kemenangan 2-1 atas Alaves. Tapi, bagi banyak suporter yang hadir, hasil itu tak cukup untuk menghapus rasa pahit tersingkirnya Los Blancos dari Liga Champions. Kekecewaan itu bahkan dituangkan saat Kylian Mbappe dan Vinicius Junior menyentuh bola.

Pertandingan sendiri berjalan alot sejak awal. Real Madrid tidak langsung tampil sebagai raja rumah. Justru Alaves yang lebih dulu memberi ancaman serius. Angel Perez berkali-kali mengocok pertahanan dari sisi kanan, memaksa Andriy Lunin bekerja ekstra di bawah mistar.

Di sisi lain, penguasaan bola Madrid memang terlihat rapi. Trent Alexander-Arnold dan Jude Bellingham coba mengatur ritme. Namun, semuanya terasa datar. Serangan kerap mentah di depan kotak penalti, seolah ada sesuatu yang hilang dari lini depan mereka.

Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-32. Dan, gol pembuka itu datang dengan sedikit unsur keberuntungan. Mbappe melepaskan tembakan jarak jauh yang berbelok arah, mengecoh kiper Antonio Sivera. Uniknya, sang penyerang sendiri tak terlihat terlalu bersemangat merayakannya. Hanya anggukan biasa.

Gol itu sempat membangkitkan gairah. Madrid menekan, Mbappe nyaris menambah gol, dan Eder Militao hampir membuat skor berubah lewat sundulan yang membentur mistar. Sayang, momen itu berakhir pahit untuk Militao yang harus ditarik keluar karena cedera, digantikan Antonio Rudiger.

Menjelang turun minum, giliran Alaves yang mengancam. Toni Martinez dan Lucas Boye nyaris membobol gawang Lunin. Pertahanan Madrid terlihat goyah.

Memasuki babak kedua, Vinicius Junior langsung memberi jawaban. Hanya lima menit berjalan, dia menerima umpan Fede Valverde, mengiring bola masuk ke jantung pertahanan, lalu melepaskan tembakan keras ke sudut gawang. Gol spektakuler. Usai mencetak gol, dia mengangkat tangan ke arah tribun. Sebuah gestur permintaan maaf yang terasa tulus.

Namun begitu, gol kedua itu justru seperti membuat intensitas Madrid menurun. Mereka menguasai permainan, punya peluang lewat Carvajal, Tchouameni, dan Brahim Diaz, tapi semuanya gagal dikonversi. Permainan terasa datar kembali.

Alaves, di sisi lain, pantang menyerah. Dalam 15 menit terakhir, mereka menyerbu habis-habisan. Serangan demi serangan dilancarkan oleh Martinez, Victor Parada, dan Carles Alena. Tekanan itu akhirnya berbuah di masa injury time. Tembakan Ander Guevara yang terdefleksi berhasil dimanfaatkan Toni Martinez untuk memperkecil ketertinggalan.

Sayangnya, waktu sudah habis. Peluit panjang pun berbunyi, mengukuhkan kemenangan tipis 2-1 untuk Madrid.

Di klasemen, tiga poin ini memang memangkas jarak dengan Barcelona menjadi enam poin. Tapi, performa tim Carlo Ancelotti jelas masih menyisakan banyak tanda tanya dan kritik. Kemenangan terasa hambar.

Sementara bagi Alaves yang dipimpin Quique Sanchez Flores, ini adalah hasil yang pahit namun membanggakan. Mereka menunjukkan perlawanan sengit dari awal hingga akhir. Sayang, posisi mereka di papan bawah masih sangat rawan, hanya unggul satu poin dari jurang degradasi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar