Pidato Prabowo di Davos: Tanpa Perdamaian, Kemakmuran Hanya Mimpi
Davos, Swiss, kembali menjadi pusat perhatian dunia. Di tengah hawa dingin pegunungan Alpen, para pemimpin global berkumpul dalam World Economic Forum (WEF) yang digelar Kamis lalu. Salah satu suara yang menarik perhatian datang dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang hadir sebagai pembicara kunci.
Panggungnya bukan tempat biasa. Di hadapan para elite ekonomi dan politik dunia, Prabowo membuka pidatonya dengan gambaran suram tentang kondisi global. Dunia kita, ujarnya, sedang terombang-ambing dalam lautan ketidakpastian. Perang berkecamuk di beberapa titik, sementara rasa saling percaya antar bangsa dan lembaga terus menipis.
"Di masa penuh ketidakpastian, masa ketika perang terus meletus, masa ketidakpercayaan. Antar bangsa, antar lembaga, antar masyarakat,"
Suasana ruang sidang tentu serius. Namun begitu, Prabowo lantas mengajak hadirin melihat ke belakang. Pelajaran sejarah, menurutnya, jelas dan tegas. Kedamaian dan stabilitas bukanlah barang mewah, melainkan aset paling berharga yang dimiliki peradaban. Tanpa keduanya, segalanya jadi rapuh.
"Itu rapuh, sejarah mengajarkan kita. Perdamaian dan stabilitas adalah aset paling berharga. Kedamaian dan stabilitas adalah prasyarat utama bagi kemajuan besar,"
Argumennya kemudian mengerucut. Intinya sederhana tapi mendasar: mustahil membangun kemakmuran di atas puing-puing konflik. Perdamaian bukan sekadar tujuan akhir, melainkan fondasi yang harus ditegakkan pertama kali. Tanpa fondasi itu, segala cita-cita tentang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan hanyalah ilusi.
"Kemudian kemakmuran," tegasnya, "tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian."
Poinnya jelas. Di forum yang kerap membahas angka pertumbuhan dan inovasi teknologi, Prabowo justru menekankan prasyarat paling mendasar. Seolah mengingatkan, sebelum membicarakan masa depan yang gemilang, dunia perlu lebih dulu merajut perdamaian yang kini mulai retak.
Artikel Terkait
Mantan Ketum Kesthuri Gugat Praperadilan Penetapan Tersangka Korupsi Kuota Haji
Tiga UMKM Inovatif Bersaing Raih Pendanaan di Episode Terbaru Juragan Jaman Now
Kemendagri Genjot Penetapan Batas Desa di Tiga Kabupaten Sultra yang Masih Nol Persen
Pemkab Solok dan Tanah Datar Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Wilayah Perbatasan