Jakarta, Rabu malam lalu, suasana buka puasa di sebuah restoran ibukota justru jadi momen penting bagi dunia telekomunikasi. Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom Indonesia, membuka sedikit tabir rencana besar untuk anak usahanya, InfraNexia. Intinya? Perusahaan itu bakal kebanjiran aset.
Bukan sembarang aset, melainkan infrastruktur fiber optik yang selama ini dioperasikan berbagai BUMN lain di bawah payung Danantara. "Ya, arahannya dari Danantara bagaimana kalau kami melakukan kajian supaya aset fiber yang ada di BUMN lain bisa dikonsolidasikan," ujar Dian.
Jadi, InfraNexia akan jadi wadah penampungan. Ini langkah strategis yang sebenarnya bagian dari upaya konsolidasi bisnis yang sudah lama digodok.
Namun begitu, konsolidasi internal cuma langkah awal. Dian membeberkan, tahun ini fokusnya adalah membentuk InfraNexia menjadi apa yang disebutnya 'Fiber Co'. Maksudnya, perusahaan harus lebih efisien, punya kemampuan manajemen aset yang mumpuni, dan yang tak kalah penting: agresif menjual layanan ke pihak di luar Telkom Group.
Setelah semua aset terkumpul dan organisasi beres, barulah ekspansi besar dimulai. Perusahaan akan memburu mitra kerja, baik dari dalam negeri maupun luar. Opsi lain yang juga terbuka adalah go public, melepas saham ke publik lewat pasar modal.
Artikel Terkait
Ketua Banggar DPR Desak Pemerintah Tunda Proyek Tidak Mendesak untuk Pertebal Cadangan Fiskal
Prabowo Panggil Menteri Kehutanan Bahas Satgas Pendanaan Taman Nasional
Coding dan AI Resmi Jadi Mata Pelajaran Pilihan di SD hingga SMA
Tujuh Menteri Sepakati Pedoman Penggunaan Teknologi Digital dan AI untuk Lindungi Anak