Argumennya kemudian mengerucut. Intinya sederhana tapi mendasar: mustahil membangun kemakmuran di atas puing-puing konflik. Perdamaian bukan sekadar tujuan akhir, melainkan fondasi yang harus ditegakkan pertama kali. Tanpa fondasi itu, segala cita-cita tentang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan hanyalah ilusi.
"Kemudian kemakmuran," tegasnya, "tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian."
Poinnya jelas. Di forum yang kerap membahas angka pertumbuhan dan inovasi teknologi, Prabowo justru menekankan prasyarat paling mendasar. Seolah mengingatkan, sebelum membicarakan masa depan yang gemilang, dunia perlu lebih dulu merajut perdamaian yang kini mulai retak.
Artikel Terkait
Longsor Guncang Perumahan Cikarang, Jalan Terputus dan Rumah Retak Menganga
Bencana Beruntun di Afganistan: 14 Nyawa Melayang Akibat Hujan Deras dan Longsor
Satu Korban Kecelakaan Pesawat di Bulusaraung Berhasil Dievakuasi, Lima Lainnya Masih Menunggu
KLH Seret Tiga Perusahaan ke Meja Hijau, Tuntutan Ganti Rugi Capai Ratusan Miliar