Di kantor DPP PAN, Jakarta, suasana Kamis siang itu tampak berbeda. Ruangan yang biasanya dipenuhi aktivitas politik, kali ini riuh oleh semangat puluhan pelajar. Mereka adalah 32 tim perwakilan dari berbagai penjuru negeri yang berhasil melaju ke semifinal kompetisi cerdas cermat islami bertajuk 'PANDai 2026'. Acara yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, ini punya misi jelas: membentengi karakter generasi muda.
Zulhas, yang hadir didampingi Sekjen PAN Eko 'Patrio', langsung menyapa para peserta dengan hangat. Baginya, tantangan zaman sekarang tidak main-main.
"PANDai ini tujuannya ya memberikan edukasi. Kita musti terus bangun akhlakul karimah, di tengah gempuran teknologi yang kadang bikin pusing," ujar Zulhas.
"Hoax, fitnah, pergaulan bebas itu nyata. Makanya kita ambil peran, mengajak anak-anak muda untuk memperkuat pendidikan karakter yang islami. Inilah yang coba kami lakukan."
Dia melanjutkan dengan nada lebih tegas. Pembinaan karakter, menurutnya, adalah pondasi. "Karakter itu dibangun dari pendidikan agama, wawasan kebangsaan, dan banyak hal lain. Dan itu harus dimulai sejak dini. PAN lewat PANDai coba wujudkan itu," sambungnya.
Namun begitu, Zulhas tak hanya berpidato. Di tengah sambutannya, tiba-tiba ia menyinggung soal hadiah. Rupanya, nominal yang sudah disiapkan dirasa belum cukup. Spontan, ia mengumumkan kenaikan hadiah uang tunai untuk semua kategori pemenang.
Artikel Terkait
Operasi Ketupat Musi 2026 Dimulai, 2.361 Personel Amankan Arus Mudik Sumsel
Petisi 1 Juta Tanda Tangan Desak Heeseung Tetap di ENHYPEN Meski Fokus Solo
Kapolri Tinjau Persiapan Pengamanan Mudik 2026, Soroti Aturan Lalin dan Stabilitas Harga
Kapolri Tekankan Soliditas dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas