Di kantor DPP PAN, Jakarta, suasana Kamis siang itu tampak berbeda. Ruangan yang biasanya dipenuhi aktivitas politik, kali ini riuh oleh semangat puluhan pelajar. Mereka adalah 32 tim perwakilan dari berbagai penjuru negeri yang berhasil melaju ke semifinal kompetisi cerdas cermat islami bertajuk 'PANDai 2026'. Acara yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, ini punya misi jelas: membentengi karakter generasi muda.
Zulhas, yang hadir didampingi Sekjen PAN Eko 'Patrio', langsung menyapa para peserta dengan hangat. Baginya, tantangan zaman sekarang tidak main-main.
"PANDai ini tujuannya ya memberikan edukasi. Kita musti terus bangun akhlakul karimah, di tengah gempuran teknologi yang kadang bikin pusing," ujar Zulhas.
"Hoax, fitnah, pergaulan bebas itu nyata. Makanya kita ambil peran, mengajak anak-anak muda untuk memperkuat pendidikan karakter yang islami. Inilah yang coba kami lakukan."
Dia melanjutkan dengan nada lebih tegas. Pembinaan karakter, menurutnya, adalah pondasi. "Karakter itu dibangun dari pendidikan agama, wawasan kebangsaan, dan banyak hal lain. Dan itu harus dimulai sejak dini. PAN lewat PANDai coba wujudkan itu," sambungnya.
Namun begitu, Zulhas tak hanya berpidato. Di tengah sambutannya, tiba-tiba ia menyinggung soal hadiah. Rupanya, nominal yang sudah disiapkan dirasa belum cukup. Spontan, ia mengumumkan kenaikan hadiah uang tunai untuk semua kategori pemenang.
"Tadi saya dengar juara pertama dapat Rp 30 juta, ya? Kita naikkan jadi Rp 40 juta," katanya disambut sorak peserta.
"Untuk juara kedua, naik jadi Rp 30 juta. Juara ketiga, Rp 25 juta. Untuk juara harapan, dari masing-masing Rp 5 juta kita genapkan jadi Rp 10 juta," jelas Zulhas sambil tersenyum.
Belum cukup di situ. Selain tambahan uang pembinaan, para pemenang juga dijanjikan akan mendapat tablet sebagai alat penunjang belajar. Janji ini sekaligus penegasan bahwa partainya serius mendukung kegiatan yang sifatnya edukatif.
Di sisi lain, Zulhas ingin meluruskan persepsi. Baginya, partai politik punya tanggung jawab yang lebih luas. "PAN ingin buktikan, parpol nggak cuma sibuk urus suara atau elektoral saat pemilu saja," tegasnya.
Ada tanggung jawab sosial yang melekat, yakni ikut membangun karakter bangsa. Dan menurut Zulhas, itu dimulai dari hal-hal konkret seperti kompetisi PANDai ini.
Artikel Terkait
Orang Tua Korban Daycare Little Aresha: Perlakuan ke Anak Lebih Sadis dari Kamp Guantanamo
Petani Sambut Target Swasembada Pangan Prabowo, Harap Ego Sektoral Dikikis
Mantan Wamenaker Noel Akui Terima Rp 3 Miliar dari Pejabat Kemnaker, Bantah Pemerasan
Orang Tua Sebut Daycare Little Aresha Lebih Sadis dari Guantanamo, Polisi Temukan 53 Anak Jadi Korban Kekerasan