Pidato Prabowo di Davos: Tanpa Perdamaian, Kemakmuran Hanya Mimpi
Davos, Swiss, kembali menjadi pusat perhatian dunia. Di tengah hawa dingin pegunungan Alpen, para pemimpin global berkumpul dalam World Economic Forum (WEF) yang digelar Kamis lalu. Salah satu suara yang menarik perhatian datang dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang hadir sebagai pembicara kunci.
Panggungnya bukan tempat biasa. Di hadapan para elite ekonomi dan politik dunia, Prabowo membuka pidatonya dengan gambaran suram tentang kondisi global. Dunia kita, ujarnya, sedang terombang-ambing dalam lautan ketidakpastian. Perang berkecamuk di beberapa titik, sementara rasa saling percaya antar bangsa dan lembaga terus menipis.
Suasana ruang sidang tentu serius. Namun begitu, Prabowo lantas mengajak hadirin melihat ke belakang. Pelajaran sejarah, menurutnya, jelas dan tegas. Kedamaian dan stabilitas bukanlah barang mewah, melainkan aset paling berharga yang dimiliki peradaban. Tanpa keduanya, segalanya jadi rapuh.
Artikel Terkait
Longsor Guncang Perumahan Cikarang, Jalan Terputus dan Rumah Retak Menganga
Bencana Beruntun di Afganistan: 14 Nyawa Melayang Akibat Hujan Deras dan Longsor
Satu Korban Kecelakaan Pesawat di Bulusaraung Berhasil Dievakuasi, Lima Lainnya Masih Menunggu
KLH Seret Tiga Perusahaan ke Meja Hijau, Tuntutan Ganti Rugi Capai Ratusan Miliar