Di Kantor Kementerian Sosial, Kamis lalu (11/3), Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menemui Bupati Majene, Achmad Syukri. Pertemuan itu intinya membahas satu hal: bagaimana caranya agar Majene bisa segera masuk dalam program Sekolah Rakyat. Agus Jabo mendesak agar persiapan lahan dan segala kebutuhan pendukung segera disiapkan.
"Kalau bisa kita dorong tahun ini," ujar Agus Jabo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/3/2026).
"Kalau belum memungkinkan, kita siapkan agar Majene bisa masuk prioritas tahun depan. Karena itu persiapannya harus mulai dari sekarang," tegasnya.
Menurutnya, program ini bukan sekadar inisiatif biasa. Ini mandat langsung dari Presiden, sebuah upaya konkret untuk memutus mata rantai kemiskinan lewat pendidikan. Sasaran utamanya jelas: anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, terutama mereka yang tercatat dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTKS).
"Kementerian Sosial mendapat perintah Presiden untuk membangun Sekolah Rakyat. Karena kami tahu tidak bisa bekerja sendiri, maka dibentuklah satgas bersama kementerian dan lembaga lain," papar Agus Jabo.
Ia juga bercerita sedikit tentang pengalaman enam bulan terakhir. Mengelola Sekolah Rakyat ternyata punya dinamikanya sendiri. Latar belakang siswa yang beragam menuntut pendekatan lebih dari sekadar kurikulum formal. Makanya, program ini juga menekankan pembentukan karakter dan keterampilan hidup.
Artikel Terkait
DK PBB Sahkan Resolusi Tegas, Desak Iran Hentikan Serangan di Teluk dan Selat Hormuz
Pemerintah Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke Amerika dan Negara Lain
HNW Dorong Diplomasi Haji untuk Perdamaian di Timur Tengah
1.418 Personel Gabungan Disiagakan untuk Arus Mudik Lancar dan Aman di Bogor