Jasa Marga Percepat Preservasi Tol untuk Antisipasi Puncak Mudik Lebaran 2026

- Kamis, 12 Maret 2026 | 17:20 WIB
Jasa Marga Percepat Preservasi Tol untuk Antisipasi Puncak Mudik Lebaran 2026

Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, kondisi jalan tol jadi perhatian utama. PT Jasa Marga punya pekerjaan rumah yang tidak ringan: memastikan seluruh ruas tol dalam keadaan prima. Mereka terpaksa mempercepat program preservasi jalan. Tujuannya jelas, menjaga keamanan dan kenyamanan bagi jutaan pemudik yang akan memadati jalan.

Tekanan datang dari dua sisi. Di satu sisi, curah hujan tinggi belakangan ini berpotensi merusak perkerasan jalan. Di sisi lain, lalu lintas yang padat ditambah dengan maraknya kendaraan bermuatan berlebih atau ODOL makin memperberat kondisi jalan. Prakiraan BMKG pun tidak terlalu menggembirakan. Cuaca selama libur Lebaran nanti diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah. Makanya, percepatan preservasi ini dianggap langkah yang perlu.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf.

"Kami minta maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dialami pengguna jalan akibat gangguan perkerasan dan pekerjaan preservasi yang berlangsung," ujarnya.

Namun begitu, ia menegaskan komitmen perusahaan. "Kami berkomitmen melakukan percepatan agar keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga, terutama menghadapi lonjakan volume lalu lintas mudik dan balik Lebaran," kata Rivan dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).

Targetnya ambisius. Seluruh gangguan perkerasan jalan ditargetkan tuntas dan optimal paling lambat 14 Maret 2026. Ini demi memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekaligus menjaga layanan operasional tetap prima saat hari-H. Pekerjaan ini dilakukan di bawah pengawasan Kementerian PUPR, sebagai bagian dari upaya memenuhi standar pelayanan maksimal.

Secara teknis, apa saja yang dikerjakan? Pekerjaan preservasi ini cukup komprehensif. Mulai dari scraping, filling, overlay (SFO) untuk memulihkan permukaan jalan, hingga penanganan cepat lubang (patching) di titik-titik yang rusak akibat beban ODOL. Mereka juga tak lupa membersihkan dan menormalisasi saluran drainase. Genangan air hujan itu musuh utama jalan, bisa mempercepat kerusakan.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar