Partai Baru Usung Anies Baswedan, Demokrat Ingatkan Tantangan Verifikasi KPU

- Selasa, 20 Januari 2026 | 22:00 WIB
Partai Baru Usung Anies Baswedan, Demokrat Ingatkan Tantangan Verifikasi KPU

[Ilustrasi: Deklarasi Partai Gerakan Rakyat]

Peta politik 2029 mulai memanas lebih awal. Baru-baru ini, sebuah partai baru bernama Gerakan Rakyat secara resmi mendeklarasikan diri. Yang menarik, mereka langsung menyodorkan satu nama: Anies Baswedan. Mereka mencalonkannya sebagai presiden untuk Pilpres mendatang.

Deklarasi itu sendiri digelar Senin lalu, 19 Januari 2026. Ketua Umum partai tersebut, Sahrin Hamid, yang menyampaikan pengumuman itu. Suasana saat itu terbilang cukup hangat.

"Kita punya keinginan kuat. Pemimpin nasional kita nanti, insya Allah, adalah Anies Rasyid Baswedan," ujar Sahrin.

Pernyataan itu terekam dalam kanal YouTube resmi partai.

Menurut Sahrin, perjalanan membentuk partai ini bukan hal instan. Prosesnya sudah dirintis sejak 2023, dan baru menemukan bentuk finalnya di awal tahun ini lewat sebuah rapat kerja nasional. Mereka tampaknya serius.

Namun begitu, langkah Gerakan Rakyat ini langsung mendapat sorotan. Dari internal parlemen, Partai Demokrat memberikan tanggapan. Wakil Ketua Umum mereka, Dede Yusuf Macan Effendi, menyebut bahwa pasca putusan Mahkamah Konstitusi, pintu pencalonan memang terbuka lebar. Ambang batas presiden atau presidential threshold sudah nol persen.

"Kalau keputusan MK bilang threshold-nya 0 persen, ya artinya siapapun, partai manapun, boleh mengusung. Itu hak mereka," kata Dede kepada para wartawan di Senayan, Jakarta, sehari setelah deklarasi.

Tapi, ada catatan penting. Dede menekankan bahwa calon presiden hanya bisa diajukan oleh partai yang lolos verifikasi KPU. Di sinilah letak pertanyaannya. Dia mempertanyakan apakah Partai Gerakan Rakyat nantinya bisa melewati tahap verifikasi itu.

"Kan akan banyak sekali partai bermunculan dalam kondisi seperti ini," sambungnya, mengingatkan bahwa euforia pendirian partai baru mungkin akan marak.

Sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR, Dede mengaku pihaknya belum membahas revisi UU Partai Politik. Meski begitu, dia mencoba bersikap terbuka. Menurutnya, langkah partai baru itu sah-sah saja dalam alam demokrasi.

"Tapi kalau ada partai yang mendeklarasikan, ya monggo. Itu hal yang bagus dalam demokrasi dengan threshold nol persen. Silakan," pungkasnya.

Jadi, meski jalan untuk mengusung calon kini lebih lapang, tantangan administratif di depan masih panjang. Verifikasi KPU menjadi gerbang pertama yang harus dilewati Gerakan Rakyat sebelum mimpi mengusung Anies benar-benar terwujud. Politik Indonesia, tampaknya, akan semakin ramai.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar