JAKARTA Raffi Ahmad, artis yang juga menjabat sebagai Duta BPJS Kesehatan, ngomong gak main-main. Ia kasih peringatan keras buat anak-anak muda: stop menunda hidup sehat. Ini bukan sekadar wejangan biasa, tapi pengingat biar kita gak cuek sama kesehatan dari sekarang.
Menurut Raffi, kebiasaan baru peduli kesehatan pas udah sakit itu cara pikir yang salah. Harus diubah, katanya. Pola pikir kayak gini udah terlalu sering terjadi di masyarakat.
"Hidup sehat itu dimulai dari muda, jangan nunggu sakit dulu baru mau sehat," tegasnya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Pernyataan itu bukan cuma omongan manis. Raffi dengan terang-terangan nyentil gaya hidup anak muda sekarang. Suka makan sembarangan, jarang gerak, dan minim banget kesadaran buat langkah preventif. Padahal, masa muda seharusnya jadi fondasi buat tubuh yang kuat. Bukan malah diisi kebiasaan yang perlahan merusak kesehatan. Kalau diabaikan, efeknya baru kerasa pas badan udah mulai drop.
Di sisi lain, Raffi juga nyinggung soal Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia bilang penting banget sebagai perlindungan jangka panjang. Tapi, jangan salah. Punya jaminan kesehatan bukan alasan buat jadi lalai. "Semua orang harus sehat," ujarnya singkat, sambil menekankan bahwa asuransi bukan tiket buat sembarangan.
Pesan ini sejalan sama upaya BPJS Kesehatan yang makin gencar ngampanyekan pola hidup preventif, terutama buat generasi muda. Sekarang, jumlah peserta udah ratusan juta jiwa. Tantangannya bukan cuma akses layanan, tapi juga kesadaran biar gak melulu bergantung sama obat-obatan. Fenomena 'nanti aja kalau sakit' masih jadi masalah besar. Makanya, kehadiran figur publik kayak Raffi diharapkan bisa bikin orang lebih sadar dengan cara yang lebih dekat dan gak kaku.
Artikel Terkait
Menkes Budi Ungkap Kandungan Gula Segelas Matcha Capai 50 Gram, Dorong Masyarakat Pahami Label Nutri-Level
Menaker Pastikan Peserta Magang Nasional Dapat Sertifikasi Profesi dan Pengawasan Perusahaan Diperketat
Presiden Prabowo Dipastikan Hadiri Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadji
Salon Kecantikan di Yogyakarta Jadi Ruang Pemulihan dan Dukungan bagi ODGJ