Menkes Budi Ungkap Kandungan Gula Segelas Matcha Capai 50 Gram, Dorong Masyarakat Pahami Label Nutri-Level

- Jumat, 24 April 2026 | 03:00 WIB
Menkes Budi Ungkap Kandungan Gula Segelas Matcha Capai 50 Gram, Dorong Masyarakat Pahami Label Nutri-Level

JAKARTA Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini memberi penjelasan soal cara membaca label Nutri-Level di minuman siap saji. Ini bukan sekadar formalitas. Edukasi ini muncul setelah pemerintah menerbitkan aturan baru tentang pencantuman label gizi dan pesan kesehatan.

Aturan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026. Diterbitkan pada Selasa, 14 April 2026. Isinya mengatur soal label gizi dan pesan kesehatan pada pangan siap saji. Cukup panjang memang, tapi intinya pemerintah ingin konsumen lebih sadar.

Lewat unggahan video, Menkes langsung blak-blakan ke masyarakat. Menurut dia, label Nutri-Level ini penting banget. Bukan cuma tempelan, tapi bisa bikin orang berpikir ulang sebelum membeli minuman manis.

“Penting banget kan untuk pasang label Nutri-Level di setiap minuman siap saji biar kalian sebagai pembeli itu tersindir dan tersadar,” tulis Budi di akun media sosialnya.

Nah, di video itu, dia juga kasih simulasi. Ambil contoh minuman yang lagi hits: matcha. Hasilnya? Lumayan bikin geleng-geleng kepala. Satu gelas matcha manis ternyata mengandung gula yang nggak sedikit.

“Saya tidak menyangka bahwa satu gelas Matcha yang rasanya manis banget ini isinya adalah tiga sampai empat sendok makan gula atau setara 50 gram,” ujar Budi.

Dari situ, dia lalu menjelaskan soal empat tingkatan label Nutri-Level. Panduan sederhana, katanya. Biar masyarakat nggak bingung.

Level A? Itu yang paling sehat. Nggak ada pemanis tambahan sama sekali. Contohnya kopi hitam atau americano tanpa gula. Simpel.

Level B, ini minuman dengan tambahan gula alami dalam jumlah tertentu. Kayak es teh manis standar yang biasa kita minum sehari-hari.

Tapi yang bikin waspada justru Level C dan D. Di sini, minuman mengandung pemanis buatan. Bisa terasa manis, bisa juga nggak. Tapi tetap aja, kata Menkes, jangan dikonsumsi tiap hari.

“Itu tidak saya rekomendasikan setiap hari!,” tegas Budi.

Di sisi lain, pemerintah berharap dengan kebijakan ini, masyarakat jadi lebih bijak. Nggak asal beli, nggak asal minum. Pemahaman soal label Nutri-Level, kalau dipelajari, bisa bantu menekan konsumsi gula berlebih. Risiko kesehatannya jelas: nggak main-main.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar